Lampus Sebut Bolmong Termasuk Daerah tak Jujur. Masa, sih?
"UN harus dilaksanakan secara jujur dan beritegritas. Jangan dibantu, supaya kita bisa mengukur seperti apa perkembangan pendidikan di Sulut."
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) termasuk dalam kategori daerah yang tidak jujur dalam pelaksanaan ujian nasional (UN).
Penilaian tersebut hasil evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhadap pelaksanaan UN.
Demikian Dany Lampus dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulut ungkapkan saat rapat serah terima
naskah ujian di Lolak, Jumat (1/4/3016).
Pada rapat yang dihadiri oleh pihak sekolah penyelenggara ujian nasional di Bolmong tersebut, Lampus mengatakan, ujian nasional ini adalah pengendali mutu untuk ketuntasan belajar.
"UN harus dilaksanakan secara jujur dan beritegritas. Jangan dibantu, supaya kita bisa mengukur seperti apa perkembangan pendidikan di Sulut," kata Lampus.
Dia menambahkan, pihaknya selalu melaksanakan evaluasi pelaksanaan UN. Evaluasi tersebut untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Lampus mengatakan, Bolmong masih dianggap tidak jujur dalam melaksanakan UN. Namun, lanjut dia, Bolmong tidak sendirian dalam kategori ini. Beberapa daerah lainnya juga termasuk tidak jujur.
"Kalau hasil UN itu murni dari jawaban anak-anak pasti lebih baik, kita bisa mengukur kemampuan siswa," kata dia menambahkan.
Olii Mokodongan, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, menambahkan, kejujuran merupakan paling pokok dalam pelaksanaan UN. "Jujur yang paling pokok, harus belajar supaya bisa dapat mengikuti ujian dengan baik," pungkasnya.
Dia mengharapkan UN tahun ini bisa berjalan dengan baik. "Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan kemampuannya," katanya.
Dia menambahkan, "Semua naskah ujian atau dokumen negara sudah diserahkan kepada kepala-kepala sekolah untuk pelaksanaan UN Senin 4 April 2016."
Tak berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan UN ini juga melibatkan keamanan. Kapolsek Lolak AKP Kumaidi mengayakan, pihaknua akan mendampingi dokumen negara hingga saat ujian pekan depan.
"Tentunya dokumen negara akan dijaga dan diamankan sehingga terhindar dari kebocoran soal ujian.Anggota akan melakukan pengamanan di semua sekolah yang akan melangsungkan UN mulai Senin depan," kata Kumaidi.
Berdasarkan data dari dinas pendidikan, soal yang disalurkan untuk SMA, SMTK/SMK, dan Paket C. Jumlah SMA Negeri dan Swasta 14 sekolah, SMTK 3 Sekolah, MA 6 Sekolah, dan SMK 15 Sekolah.
Jumlah peserta UN keseluruhan SMK 602 Siswa 228 lakilaki dan 314 perempuanSMA, MA, SMTK, total 928 Siswa. 465 Laki-Laki dan 463 Perempuan. (tribun manado/maickel karundeng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengayaan-jelang-un_20160229_183943.jpg)