Kasus Kejahatan Dipicu Minuman Keras di Sulut Masih Dominan

"Masyarakat Sulut mulai sekarang harus meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi miras, apalagi saat ada acara-acara di kampung."

Kasus Kejahatan Dipicu Minuman Keras di Sulut Masih Dominan
EM PHOTO
Minuman keras Cap Tikus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dari hasil Operasi Pekat yang digelar di Sulut selama sebulan terhitung mulai tanggal 22 Februari hingga 21 Maret 2016, menunjukan secara kuantitas terjadi kenaikan penanganan kasus dari hasil operasi.

Kasus Minuman Keras mendominasi berada di posisi teratas.

Kapolda Sulawesi Urata Brigadir Jenderal Polisi Drs Wilmar Marpaung SH mengatakan sebagian besar aksi kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sulut diakibatkan oleh miras.

"Masyarakat Sulut mulai sekarang harus meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi miras, apalagi saat ada acara-acara di kampung," jelas Marpaung. Kamis (31/3/2016).

Dikatakannya, kriminalitas terjadi karena sudah dipengaruhi oleh minuman keras.

Data yang diperoleh dari Biro Ops Polda Sulut menunjukan terjadi kenaikan sebanyak 130 kasus dari 571 menjadi 701 kasus atau naik 22 persen sedangkan jumlah Tersangka naik dari 1008 Orang menjadi 1277 Orang, atau naik 26 persen. Data ini sudah termasuk semua Polres jajaran.

Adapun sasaran prioritas dari operasi ini meliputi penindakan, pencegahan dan penangkalan terhadap minuman beralkohol tanpa ijin, orang mabuk, senjata tajam (sajam), perjudian, kejahatan jalanan (street crime), narkoba, trafficking serta penyakit masyarakat lainnya seperti penggunaan knalpot racing, audio car, dan lainnya.

Dari data yang diperoleh, Minol masih menjadi kasus tertinggi yang didapat dari operasi pekat ini. Terjadi kenaikan kasus dari 222 pada tahun 2015 menjadi 289 kasus tahun 2016 dan jumlah tersangka sebanyak 310 orang.

Selanjutnya diikuti dengan kasus orang mabuk sebanyak 174 kasus dengan TSK sebanyak 533 orang dan kasus sajam 52 kasus dengan 70 TSK.

Operasi Pekat juga menjaring aksi perjudian 47 kasus, street crime 15 kasus, narkoba 1 kasus dan trafficking 1 kasus. Sedangkan untuk kasus penyakit masyarakat lainnya seperti penggunaan knalpot racing, audio car, VCD bajakan, BBM illegal, balapan liar, sebanyak 85 kasus dengan jumlah TSK sebanyak 259. (Tribun Manado/Ferdinand Ranti)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved