Breaking News:

Bridge dan Politik Hampir Sama, "Itulah Kenapa Saya Terjun ke Dunia Politik"

Demikian dikatakan Atlet Bridge Nasional asal Sulawesi Utara (Sulut) Hengky Lasut.

teropong sulut
Henky Lasut (kiri) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -Dunia bridge dan politik pada dasarnya hampir sama. Keduanya membutuhkan pengolahan pemikiran dan jiwa untuk mencapai tujuannya,.

Demikian dikatakan Atlet Bridge Nasional asal Sulawesi Utara (Sulut) Hengky Lasut.

"Itulah kenapa saya terjun ke dunia politik, karena ada kesamaan dengan bridge," tuturnya.

Menurut Lasut, bridge bukan hanya olahraga, melainkan juga ada seninya, sebab di dalamnya membutuhkan pemikiran dan jiwa untuk memenangkan setiap pertandingan, begitu juga dengan politik tidak hanya pemikiran saja untuk menyusun strategi agar mencapai tujuan, melainkan harus segenap jiwa melakukannya.

"Sebab bridge dan politik, kita harus mengetahui ritmenya," katanya.

Di dalam pertandingan bridge, tidak bisa pemain melakukannya sendiri, melainkan harus bersama tim, harus bisa diplomasi, relasi dan yang paling penting berkomunikasi, tidak hanya melalui tutur kata, melainkkan juga gerak tubuh, agar bisa memenangkan pertandingan.

Hal ini sama dengan dunia politik yang tidak bisa sendiri, melainkan membutuhkan tim atau wadah sebagai alat untuk menyampaikan aspirasi. Selain itu dalam berpolitik juga membutuhkan relasi, diplomasi dan komunikasi. Tanpa hal itu, tujuan politik tidak akan tercapai.

Menurut dia jika olahragawan menjadi politikus, akan memiliki mental yang lebih baik dibandingkan dengan yang bukan berlatar belakang lain. Dalam artian mengenai sportivitas. Olahragawan yang terjun kedua politik biasanya lebih sportif menerima suatu kekalahan di bandingkan dengan yang lainnya, sebab menang dan kalah hal yang biasa didalam dunia olahraga.

Sedang niatnya untuk masuk dunia politik sebenarnya sudah lama ingin dilakukannya, namun baru ada kesempatan pada 2009 melalui partai Hanura. Melalui partai yang diketuai Wiranto akhirnya dia terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado periode 2009-2014.

Menjadi anggota DPRD Manado memberikan pembelajaran tersendiri baginya. Apalagi banyak orang menganggap menjadi wakil rakyat memiliki nilai tersendiri. Padahal setelah dirinya masuk, tidak selamanya demikian. "Banyak hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, namun harus di jalankan," katanya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved