Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komsumsi Serbuk Bunga Terompet Marak di Tomohon

Pemanfaatan serbuk bunga terompet pun mulai marak disalahgunakan.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara membuat terkejut beberapa pegawai di Lingkup Universitas Negeri Manado (Unima) yang ikut sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GM) di Ruang Senat Unima, Rabu (2/3). Mereka tiba-tiba diminta untuk melakukan tes urin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Selain hirup lem Ehabond yang mengandung berzat aditif, pemanfaatan serbuk bunga terompet pun mulai marak disalahgunakan. Bunga yang juga disebut kecubung itu, menurut Tonny Lasut, Sekretaris BNN Tomohon tergolong psikotropika.

"Di Kota Tomohon bunga terompet ini banyak tumbuh menjadi ancaman jika disalahgunakan," katanya, Rabu (30/3). Serbuk bunga terompet biasanya digunakan dicampur dengan minuman keras, setelah sebelumnya dikeringkan lebih dulu.

Lasut mengungkapkan, pernah sekali menemukan seorang siswa terpengaruh serbuk bunga. Awalnya dikira kerasukan, karena korban membanting-bantingkan diri ke jalan sambil teriak dan nyanyi tak karuan. "Karena pikirnya kerasukan jadinya didoakan, tapi saya curiga sepertinya ada yang lain," ungkapnya.

Karena tergolong psikotropika, serbuk bunga terompet ini memicu orang jadi aktif.
Setelah tenang, keesokan harinya ditelusuri penyebabnya. Ternyata diketahui si anak meminum minuman beralkohol bercampur serbuk bunga terompet. "Temannya yang campur," kata dia.

Selain serbuk terompet, ada juga jenis mushroom atau jamur tumbuh di kotoran sapi mulai marak disalahgunakan, termasuk juga obat batuk cair. "Kita harus antisipasi jangan sampai, generasi penerus bangsa terjerumus," katanya. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved