Banyak Warga Pura-pura Miskin
Akurasi data memang pelik di negeri ini. Contoh data kemiskinan di daerah dan pemerintah pusat sering berbeda.
Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Akurasi data memang pelik di negeri ini. Contoh data kemiskinan di daerah dan pemerintah pusat sering berbeda. Kini Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara hampir rampung melakukan pendataan warga yang masuk kategori miskin.
Data itu nantinya terverifikasi itu nantinya akan disinkronkan untuk kepentingan memerangi kemiskinan di Mitra. "Pendataan sementara berjalan saat ini sudah sekitar 60-70 persen. Kali ini kita turun langsung dan melakukan pendataan agar lebih akurat, rumah yang didata kita foto," ujar Hans Mokat, Kadis Disnakertransos, Rabu, (30/3).
Mokat mengatakan, saat ini, data masih mengacu dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sudah lima tahun kembali dilakukan verifikasi dan validasi. "Banyak data kemiskinan sudah tidak sesuai. Ada yang dulu miskin sekarang sudah hidup lebih layak. Kita data warga yang benar miskin," katanya.
Dia juga mengatakan, dari data yang saat ini didapatkan, terjadi penurunan drastis tingkat kemiskinan di Mitra. "Dari hasil pendataan terjadi penurunan, ini patut kita syukuri pertumbuhan masyarakat di Mitra semakin baik," katanya.
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap beberpa waktu lalu saat memberi sambutan menyingung masalah kemiskinan. "Data kemiskinan di Mitra katanya paling tinggi, seringkali yang masih mampu mengeluh banyak yang pura-pura miskin," katanya.
"Akhirnya jauh dari berkat, berkat itu sudah diatur Tuhan, seringkali masih mampu pura-pura miskin akhirnya rezeki jauh," sambungnya.
Ia pun berharap kiranya masyarakat lebih jujur saat memberikan data. "Bagi yang mendata juga harus independen, dan warga memberikan data sejujurnya," katanya. *