Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Awas, Kecanduan Hirup Lem Bisa Mati Mendadak!

"Efeknya yakni mengantuk, mata merah berair, penurunan memori, gangguan perilaku, serta yang paling parah itu mati mendadak."

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Fransiska_Noel
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Para siswa SMA Negeri 3 Kotamobagu langsung meneriakkan kata 'yondog' saat Hendra Mokoginta Apoteker Dinas Kesehatan Kotamobagu menerangkan tentang bentuk daun ganja, Selasa (29/3).

Para siswa tampak antusias mendengarkan penjelasan Hendra tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan minum beralkohol. Ia pun memperlihatkan bentuk ganja kepada para siswa agar mereka bisa menghindari dan tak gampang dibodohi.

"Daun ganja ada kemiripan dengan daun pepaya dan yang sering kita temui di Kotamobagu yaitu daun gedi," ujar Hendra.

Ia kemudian memberikan gambaran tentang dampak penyalahgunaan Narkoba. Satu di antara efek ketergantungan pada Narkoba adalah insomnia atau susah tidur.

"Yang sudah mengalami ketergantungan pada narkoba jenis ganja akan merasa susah tidur atau insomnia," kata dia.

Selain ganja, Hendra juga menjelaskan betapa bahayanya zat adiktif seperti lem ehabon.

"Efeknya yakni mengantuk, mata merah berair, penurunan memori, gangguan perilaku, serta yang paling parah itu berhentinya pernafasan atau mati mendadak seketika," ujarnya.

Pelaksana Harian Badan Narkotika Kotamobagu Gunawan Damopolii kemudian menjelaskan secara singkat peningkatan pengguna dan korban daripada penyalahgunaan Narkoba secara nasional yakni meningkat, sampai 2015 ada 5 juta pengguna di Indonesia.

"Sehingga saat ini kita darurat narkoba. Imbauannya agar bagaimana supaya generasi muda di Kotamobagu jangan sampai terjerumus dengan narkoba dan orangtua harus memantaunya," ujarnya.

Ia menambahkan untuk penyalahgunaan narkoba di Kotamobagu masih terpantau minim, namun yang rawan adalah penyalahgunaan obat batuk cair sachet.

"Itu yang rawan dan juga penyalahgunaan lem. Imbauan bagi masyarakat dan orangtua agar mengawasi anak-anak. Untuk pemilik warung diimbau agar dalam penjualan supaya selektif kalau sudah banyak jangan diberikan lagi," ujarnya. (Tribun Manado/Handika Dawangi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved