Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peringatan Jumat Agung di Sulut

"Kita Sudah Diselamatkan, Karena Itu Hendaklah Kita Setia"

Ratusan anggota Jemaat Kakaskasen Pniel, Wilayah Kakaskasen Tomohon mengikuti ibadah Jumat Agung (25/3/2016).

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/FERNANDO LUMOWA

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan anggota Jemaat Kakaskasen Pniel, Wilayah Kakaskasen Tomohon mengikuti ibadah Jumat Agung (25/3/2016).

Meski ruang gereja dan aula penuh sehingga sebagian jemaat terpaksa duduk di selasar dan halaman, ibadah berjalan khidmat. Mereka sangat khusyuk menjalani liturgi hari besar Nasrani yang dipimpin Ketua BPMJ Kakaskasen Pniel, Pdt Julien Saisab-Rottie STh.

Mengacu MTPJ (Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat) GMIM, perenungan berdasarkan tiga nas: Yesaya 52:13-53:5; Matius 27:32-44 dan Ibrani 9: 11-28.

Pendeta dalam khotbahnya menegaskan, Jumat Agung merupakan 'hari besar' orang Kristen setara Paskah dan Natal.

Mengapa? Karena peristiwa Golgota, kematian Yesus merupakan karya agung Allah untuk menyelamatkan manusian.

Keimanan manusia kadang tak bisa memahami rencana Allah. Bagaimana salib, lambang siksa, penghinaan justru membawa keselamatan. "Via dolorosa, jalan salib menjadi tanda kemuliaan dan keselamatan," katanya.

Via dolorosa, penggenapan janji Allah kepada umat manusia. Yesus, anak Allah sumber kehidupan merelakan diri menjadi korban selamat. "Ia anak Allah mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa sebagai hamba agar menggenapi janji keselamatan itu," ujar Pendeta Julien.

Darah Kristus yang tercurah di Golgota melunasi hutang dosa umat manusia. Sekali untuk selamanya. "Kita telah ditebus dan harganya lunas dibayar," tegasnya.

Karena telah diselamatkan, khadim mengingatkan jemaat untuk setia menjalankan tanggungjawab iman.

Ia minta jemaat meneladani Kristus yang setia sampai akhir, menggenapi janji keselamatan.
"Pertanyaannya, sanggupkah kita setia dalam iman? Taat, setia dan berbuat kebaikan," ujarnya.

Sidi jemaat
Bersamaan dalam ibadah Jumat Agung, Pdt Julien meneguhkan 27 anggota sidi jemaat GMIM. "Sebagai pelayan Yesus Kristus, kami meneguhkan saudara-saudara sebagai sidi jemaat," kata pendeta didampingi pelayan khusus.

Kepada sidi baru, diingatkan tugas sebagai warga gereja. Dewasa dalam iman berarti mampu mempertanggungjawabkan iman yang diikrarkan.

Sidi jemaat baru yang terdiri dari 19 perempuan dan 8 laki-laki ini akan menerima sakramen perjamuan kudus perdana dalam ibadah khusus yang digelar Jumat sore. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved