Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Manado Pesta Pora. "Kami Rayakan Berakhirnya Ketidakpastian"

Di hari yang cerah itu, warga Manado, bukah hanya pendukung Vicky, tengah merayakan berakhirnya ketidakpastian Pilwako Manado.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Net
GSVL-MOR 

Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -   Rabu (23/3) warga Manado berpesta pora. Mereka tumpah ruah di jalan AA Maramis, Martadinata hingga Lapangan Tikala yang jadi pusat selebrasi penyambutan calon wali kota dan Wakil wali kota Manado terpilih Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan.

Di hari yang cerah itu, warga Manado, bukah hanya pendukung Vicky, tengah merayakan berakhirnya ketidakpastian Pilwako Manado. Sejak dimulai pertengahan lalu, Pilwako Manado diwarnai kemelut.

Hingga akhirnya ditunda pada detik - detik akhir. Ketika dimulaipun, tak begitu meyakinkan. Tak heran, warga Manado dilanda trauma politik. Mereka takut tak akan punya pemimpin tetap dalam waktu lama.

"Namun kita sudah punya pemimpin, ketidakpastian sirna, hari baru bagi Manado," kata Noldi Rundengan warga Bahu.

Ia mengaku menyaksikan arak arakan pendukung Vicky dari tempat kerjanya di Paal Dua. Ia ikut bertepuk tangan ketika Vicky lewat bersama warga yang berkerumun depan tempat kerjanya. Tak jauh dari sana, di sebuah emperan supermarket, puluhan orang, segala usia mengangkat bendera merah putih berukuran kecil.

Rahmat seorang pria berusia uzur, nekad menaiki tiang di jembatan Paal Dua. Ia membawa serta bendera partai Demokrat lantas mengibarkannya pada rombongan Vicky. Namun ia harus ditegur cucunya yang sedari tadi malarangnya.

"Seumur hidup saya ini pilkada yang aneh, penuh drama, namun hasilnya luar biasa, Tuhan masih sayang rakyat Manado," kata dia.

Dikerumunan massa pendukung Vicky, terdapat sebuah mobil pick up yang dinaiki belasan orang. Mobil itu mengangkuti pula sejumlah sound system. Sepanjang jalan orang pada bergoyang mengikuti alunan musik.

"Ada waktu torang galau, ada waktu torang pesta," kata Ade seorang warga Teling.

Jufri sang sopir mengaku tak keberatan mobilnya diinjak - injak. "Biasa saja, ini kan lima tahun sekali," kata dia.

Di puncak acara, di lapangan Tikala, Vicky Mor berada di podium di tengah - tengah massa. Vicky mengaku berkali - kali meneteskan air mata hari itu.

"Anda mungkin tak lihat air mata saya," kata dia.

Vicky mengaku perjuangannya kali ini sangat melelahkan. Ia berpendapat, warga Manado pun demikian.

"Tapi akhirnya dengan tekad semua, Pilwako bisa diselenggarakan, saya mengajak kita semua untuk melupakan apa yang telah terjadi, mari kita sambut hari yang baru, hari yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita," kata Vicky.

Hari beriwayat itu ditutup dengan makan bakso gratis di lapangan Tikala.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved