Operasi Polres Minahasa Selalu Dapati Penjual Miras Tanpa Izin di Minahasa

Penjualan minuman beralkohol jenis cap tikus tanpa izin nampaknya tak bisa hilang di Minahasa.

TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUMANADO.CO.ID,TONDANO- Penjualan minuman beralkohol jenis cap tikus tanpa izin nampaknya tak bisa hilang di Minahasa, pasalnya setiap kali dilakukan operasi selalu saja ada yang tertangkap menjual miras tanpa izin.

Seperti operasi penyakit masyarakat (Pekat) Samrat 2016 dan Operasi Bersinar yang digelar oleh tim Polres Minahasa, Selasa (22/3) malam. Alhasil, tim yang dipimpin oleh AKP Franky Ruru Kasat Narkoba Polres Minahasa menyita 15 botol cap tikus milik MT alias Mas (48) di Kamanga Tompaso.

“Waktu itu tim kami melakukan pemeriksaan di warung ibu MT tidak ada, tapi ternyata barang bukti tersebut disembunyikan di dalam kandang ayam, kami amankan barang buktinya dan kami periksa pemiliknya,” jelas dia. Berdasarkan informasi dari pemilik warung, satu botol cap tikus dijual Rp 25 ribu.

Selain itu, sekitar pukul 19.00 wita tim Polres Minahasa mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada mobil yang membawa cap tikus ke arah Tumpaan Minsel. Anggota Reserse Narkoba kemudian meluncur dan berhasil menghentikan mobil tersebut di Tombasian Bawah Kawangkoan Barat.

“Saat diperiksa, di dalam mobil ditemukan barang bukti cap tikus di dalam lima jirigen atau sekitar 200 botol, dan barang bukti tersebut milik NT alias Nis (26) warga Touliang Kakas Barat, barang buktinya kami langsung sita dan bawa ke Mapolres,” jelas dia.

Semua Barang bukti kemudian di bawa ke Mapolres Minahasa, sementara para pemilik akan mengikuti sidang di PN Tondano pada waktu yang ditentukan.”Operasi masih akan kita laksanakan, sebab bagaimanapun juga penjualan miras tanpa izin melanggar undang-undang Tipiring,” jelas dia.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved