Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Anak Meninggal Karena DBD

Suasana RSUP Kandou Malalayang Senin (23/3/2016) dipenuhi pasien anak-anak. Seorang bocah terlihat merengeksaat dirawat

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suasana RSUP Kandou Malalayang Senin (23/3/2016) dipenuhi pasien anak-anak. Seorang bocah terlihat merengeksaat dirawat.

Tangan sebelah kanannya tertancap infus jarum suntik. Puluhan pasien DBD mendapat perawatan intensif di ruang Irina E..

Dirut RSUP Kandou Malalayang, Dokter Maxi Rondonuwu mengatakan, untuk kasus DBD pada bulan Februari memakan korban dua orang anak meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis. "Bulan Ferbruari sudah dua kasus yang meninggal dunia akibat DBD. Penderita DBD didominasi oleh anak-anak berumur 10 tahun kebawah." Ujar Rondonuwu.

Rondonuwu menjelaskan Total Januari-Februari Pasien terkena Dengue Haemorrhagic (DHF) 66, sedangkan pasien terkena Dengue Shock Syndrome (DSS) 29, meninggal dunia 2. Terdiri dari Januari 35 pasien terkena Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) dan 12 pasien terkena Dengue Shock Syndrome (DSS). Di bulan Februari DHF 31, DSS 17. Meninggal 2 orang.

Kedua bocah yang meninggal Warga Mapanget, bocah berusia 7 tahun 3 bulan meninggal pada 9/2/2016, bocah asal Bumi beringin berusia 8 tahun 2 bulan meninggal pada (22/2/2016).

Dikatakannya penyebaran penyakit DBD sudah termasuk kejadian luar biasa, karena pada periode yang sama di tahun lalu tidak terjadi seperti tahun sekarang.‎ Rondonuwu mengajak masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih. "Buang sampah pada tempatnya, Jangan biarkan air tergenang karena paling disukai nyamuk bersarang dan timbul jentik-jentik nyamuk. Intinya lakukan 3M Menguras, Menutup dan mengubur." Jelasnya.

Menurut Rondonuwu, untuk fogging dilakukan jika didaerah tersebut terdapat kasus DBD. "Bagi orang tua yang sudang mengetahui gejala-gejala DBD agar segera membawa ke rumah sakit. Karena jika terlambat dibawah ke RS akan berakibat fatal." Imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved