Senin Tim Adipura Nilai Kotamobagu
Penilaian Adipura di Kota Kotamobagu akan segera dilaksanakan oleh tim penilai dari kementerian lingkungan hidup.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penilaian Adipura di Kota Kotamobagu akan segera dilaksanakan oleh tim penilai dari kementerian lingkungan hidup. Rencananya tim akan mengunjungi Kotamobagu pada Senin pekan depan.
"Sudah ada informasi dari tim bahwa akan mengunjungi Kotamobagu pada senin pekan depan. Hari ini mereka sudah ada di Manado. Menurut informasi kalau melakukan penilaian pada hari libur tidak efektif, untuk itu tim akan melaksanakannya pada senin," ujar Assisten Satu Nasrun Gilalom Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup, Jumat (18/3) pagi.
Menyambut kedatangan tim nantinya, Nasrun mengatakan kebersihan Kota Kotamobagu tak diragukan lagi.
"Kita memang selalu bersih, baik saat penilaian maupun tidak ada penilaian. Nilai kita sudah baik, tinggal lebih meningkatkan lagi pencapaian nilainya," ujar dia.
Untuk hal itupun pemkot Kotamobagu tiga hari sebelum penilaian, menggelar rapat koordinasi pemantapan persiapan penilaian adipura di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.
"Iya tadi kami menggelar rapat dipimpin oleh Sekda Kotamobagu. Dalam rapat itu sekda menyampaikan agar tidak hanya titik pantau yang dijadikan prioritas melainkan semua lokasi harus siap," ujarnya.
Sekda juga mengimbau kepada lurah sangadi dan pimpinan SKPD yang hadir saat itu agar lebih memaksimalkan lagi kebersihan apalagi menyangkut pengolahan sampah.
"Pak sekda menekankan pada proses pengolahan sampah, baik pengangkutan sampah dan pengolahannya di TPA, maupun pemilahan sampah yang langsung dilakukan masyarakat, tidak mencampur sampah kering dan basah saat membuangnya," ujarnya.
Mengenai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, Nasrun mengatakan bahwa Kotamobagu sudah memiliki TPA yang baik dibanding penilaian sebelumnya. "Kita sudah ada bak penyaringan lindi, itu untuk serapan air atau cairan dari sampah ke bawah dari tumpukan sampah," ujarnya.
Lindi tersebut berbau dan jika tidak ditangani dengan baik akan terserap ke tanah dan mencemari air di sekitar tumpukan sampah. Pencemaran air permukaan oeh air lindi bisa mengakibatkan matinya ikan, perubahan keseimbangan hidup flora dan fauna didalam air dan hilangnya estetik dari air.
Sementara itu, di tingkat kecamatan pun sudah siap menyambut penilaian. Kecamatan Kotamobagu Selatan misalnya.
"Semua Desa Kelurahan sudah sangat siap, saat ini baik selokan dan pekarangan rumah masyarakat selalu diperhatikan kebersihannya. Kita terus antisipasi adanya sampah yang tak terduga misalnya, hujan yang belakangan ini sering mengguyur Kotamobagu. Setelah hujan selalu muncul sampah di selokan kiriman dari daerah lain," ujar Camat Kotamobagu Selatan Anas Tungkagi.
Selain itu Anas juga selalu mengimbau kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah.
"Itu yang saya sampaikan selama dua hari ini agar memilah sampah saat membuangnya. Selain itu juga saya imbau kepada masyarakat agar tidak ada memotong dan menebang pohon," ujarnya. (Tribun Manado/Handika Dawangi)