Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Petani Kecamatan Tatapaan Bersyukur Bendungan Sulpas Segera Terealisasi

Bupati dan Wabup Minsel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Suluh-Paslaten (Sulpas).

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:
ISTIMEWA
Bupati dan Wabup Minsel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Suluh-Paslaten (Sulpas) yang berada di Sungai Nimanga Kamis (17/3). 

Laporan wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Bupati dan Wabup Minsel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Suluh-Paslaten (Sulpas) yang berada di Sungai Nimanga Kamis (17/3). Proyek bendungan ini berbandrol Rp 23 miliar dan berada di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan.

Dalam sambutannya bupati mengatakan pembangunan bendungan ini memang masuk menjadi prioritas pada tahun pertama pemerintahannya di periode kedua. Bendungan dan irigasi juga untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat Desa Sulu dan Paslaten serta persediaan air minum.

"Pembangunan ini penting untuk mewujudkan cita-cita membawa Minsel hebat dan terdepan, mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. Dan selaras juga dengan Nawacita yang menjadi program Nasional pemerintahan Jokowi, dimana pak Presiden mengutamakan pembangunan di desa-desa dan infrastruktur terkait," katanya.

Lanjut dia berpesan pada kontraktor supaya dapat bekerja sesuai spek dan sesuai aturan. Begitu juga dengan ketepatan penyelesaian pembangunan, jangan sampai lewat dari jadwal.

"Sementara itu kontraktor juga jangan diperberat supaya seluruh persyaratan terpenuhi. Masyarakat harus membantu karena ini demi masyarakat juga dan kiranya masyarakat dilibatkan,"jelasnya.

Sementara Kadis PU Joutje Tuerah dalam laporannya mengatakan proyek bendungan dan irigasi dikerjakan selama 300 hari dan masa perawatan 5 tahun. Nantinya pembangunan dibangun dimulai dari titik nol tanggul penahan banjir di dekat lapangan Lelema.

Sehingga menjamin pembangunan ini tidak akan berdampak banjir bagi Desa Lelema."Pembangunan ini sesuai program bupati untuk mensejahterakan masyarakat, maka tidak mungkin sampai nanti akan membawa kerugian," ucapnya.

Nantinya kata Tuerah pada proses pembangunan masyarakat juga turut dilibatkan misalnya tenaga kerja serta dump truck pengangkut tanah dan lain-lain.

Tokoh masyarakat Lelema Boy Rumondor kepada harian ini mengatakan warga menyambut baik pembangunan bendungan namun kiranya dapat diperhatikan dampak seperti banjir. "Dengan janji yang disampaikan oleh bupati dan Kadis PU kami menerima dan siap bekerjasama. Dan kiranya kepentingan kami juga diperhatikan,"jelasnya.

Bendungan Sulpas tersebut akan saluran pemasok air bagi 543 sawah di Kecamatan Tatapaan. Sebelumnya pada tahun 2006 silam irigasi di Sungai Nimanga rusak lantaran banjir bandang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved