Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manejemen PT SAA Bantah Melakukan Penipuan

Manajemen PT Sejahtera Alam Anugerah (PT SAA) membantah jika perusahaan developer perumahan ini melakukan penipuan kepada sejumlah calon pembeli.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG-Manajemen PT Sejahtera Alam Anugerah (PT SAA) membantah jika perusahaan developer perumahan ini melakukan penipuan kepada sejumlah calon pembeli.

Andi Efendi, Koordinator Lapangan Provinsi Sulawesi Utara PT Sejahtera Alam Anugerah mengatakan yang sebenarnya terjadi bahwa calon pembeli atas nama Dobles Weol sudah mengundurkan diri sebagai user yang akan dibangun rumah oleh perusahaan ini. Alasan pengunduran diri Dobles Weol dikarenakan rehabilitasi rumah miliknya tak disetujui oleh keluarga.

Hanya saja saat perusahaan ini meminta yang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri, Weol tidak bersedia. Padahal juga PT SAA sudah membawa material rumah di komplek tempat tinggalnya yakni di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang. "Kalau mau dibilang kami yang rugi karena kami sudah beli sejumlah material dan sudah juga sewa transportasi untuk mengangkut material-material tersebut," katanya.

PT SAA siap untuk mengembalikan uang muka yang sudah diberikan Weol sebesar Rp 3,5 juta. Hanya saja beberapa kali dihubungi yang bersangkutan belum merespon.

"Terus terang kami kaget muncul di media kami sudah lakukan dugaan penipuan. Itu tidak benar, masa kami perpanjangan tangan Pemerintah pusat untuk membangun rumah di Kabupaten Minahasa Selatan tega-teganya lakukan penipuan," ucap Efendi tersenyum.

Ia mengatakan dari 770 calon pembeli ada 7 orang yang mengundurkan diri tak jadi beli rumah bertipe minimalis 6x6 meter persegi. 7 pelanggan tersebut langsung diganti dengan pelanggan baru karena banyaknya daftar tunggu yang mengantre Bantuan rumah murah dari Kementrian Perumahan Rakyat itu.

"Alasan mereka mundur karena masalah keluarga saja bukan dari kami. Misalnya ada dari calon pembeli yang saudaranya tidak setuju rehabilitasi rumah karena rumah itu masih merupakan milik keluarga bukan milik pribadi dari calon pembeli," katanya, Kamis (17/3).

Saat ada user yang mengundurkan diri mereka langsung buat surat pernyataan dan bertanda tangan di atas meterai. Surat tersebut juga sepengatahuan dari hukumtua desa setempat.

"Jelasnya kami sudah bangun pilihan rumah dan terbanyak ada di Desa Tondey, ada juga di Kelurahan Ranomea, Kecamatan Suluun-Tareran dan lainnya. Kami target kami akan bangun sampai 770 rumah," ujar Efendi yang didampingi Lebry Bawinto selaku sekretaris Korlap Sulut PT SAA.

Kepada calon pembeli mereka hanya membebankan Rp 5,5 juta sebagai uang muka dan itu bisa dicicil sampai dua kali. Untuk Perbulannya pembeli hanya menyetor sebesar Rp 550 ribu.

"Syaratnya hanya gampang yakni kartu keluarga, surat nikah, kartu tanda penduduk. Kami hanya membantu masyarakat supaya rumahnya layak tinggal," ucap Efendi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved