Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apel Korpri, ASN Minahasa Malah Asik Main Ponsel

Saat Bupati Minahasa menyampaikan amanat, beberapa ASN di bagian belakang dan pinggir sementara asik juga memainkan telepon genggam.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Beberapa Aparatur Sipil Negera (ASN) di Minahasa menunjukkan sikap tidak disiplin saat pelaksanaan Apel Koorpri di lapangan Pemkab Minahasa, Kamis (17/3).

Pada saat apel di mulai pukul 08.00 wita, pagar kantor Bupati ditutup dan apel dilaksanakan, namun ada beberapa ASN yang tidak diizinkan masuk lantaran terlambat dan terpaksa mereka harus mengikuti apel di luar pagar.

Saat Bupati Minahasa menyampaikan amanat, beberapa ASN di bagian belakang dan pinggir sementara asik juga memainkan telepon genggam mereka, tanpa menghiraukan apa yang disampaikan oleh bupati.

Apel yang digelar untuk memperingati tiga tahun kepemimpinan, tersebut nampak dihadiri oleh Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng, para Asisten, seluruh kepala SKPD, dan semua ASN kompleks Pemkab Minahasa.

“Itu tinggal kesadaran dari ASN masih kurang, sebab kalau pelayanaan belum ada keluhan dari masyarakat, tapi itu memang karakter pribadi, sedangkan sementara khotbah saja mereka main HP apalagi cuma bupati yang bicara ,” jelas Jantje Sajow sambil tertawa.

Dalam sambutannya Bupati Minahasa mengaku sangat bersyukur lantaran sudah bisa melewati masa tiga tahun kepemimpinan.”Ini menjadi tonggak sejarah tou minahasa , terimakasih juga untuk masyarakat dan dukungan koorpri yang selama ini, biarlah bisa menjadi sumber inspirasi dan pemicu semangat,” jelas dia.

Ia berharap agar semua ASN bisa mempertegas lagi komitmen pelayanan untuk menciptakan masyarakat sejahtera dan bermartabat.

”Jadilah pelopor untuk menciptakan Minahasa aman dan nyaman, serta penyambung lidah untuk kesejahteraan masyarkat,” ujarnya. Ia berharap juga agar ASN bisa menciptakan lingkungan yang bersih.

Jantje Sajow sapaan akrabnya juga meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap warga yang tergolong kurang mampu.

”Supaya kita bisa mendapatkan data yang akurat, sebab akan mendukung juga program pemerintah Propinsi untuk menurunkan angka kemiskinan,” tutur dia.

Selain itu, ia juga menyentil soal persiapan pemilihan hukum tua yang tinggal menunggu Perda disetujui. (Tribun Manado/Alpen Martinus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved