Ikan Lele dan Sidat Dikembangkan di Sulut
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara (Sulut) kembangakn ikan lel dan sidat, untuk nantinya bisa jadi komoditas unggulan.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara (Sulut) kembangakn ikan lel dan sidat, untuk nantinya bisa jadi komoditas unggulan.
"Ikan lele dan sidat bisa menjadi komoditas baru, yang menjadikan. Sebab saat ini kebutuhan kedua ikan mulai meningkat," ujar Kadis DKP Ronald Sorongan.
Pengembangan ikan sidat dan lele tak jauh beda dengan pembudidayaan ikan mas dan nila. Perbedaanny hanyaikan lele lebih banyak membutuhkan kolam berlumpur sebagai tempat terbaik untuk berkembang.
Namun selama ini, sebagian besar masyarakat Sulut belum paham dan tertarik untuk pengembangan ikan lele dan sidat. "Masyarakat Sulut masih belum terbiasa mengonsumsi ikan lele, namunkedua jenis ikan ini sebenarnya bisa dijual di daerah lain di luar Sulut, sebab permintaannya tinggi," katanya.
Sedangkan Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Haydi Malingkas mengungkapkan ddengan potensi besar ini, pemerintah berharap masyarakat bisa melihatsebagai peluang ekonomi saja melainkan juga pemenuhan ketahanan pangan di Sulut.
"Kalau untuk perdagangan antar provinsi, ikan lele dan sidat yang laris di sejumlah daerah di luar Sulut sangat mungkin dilakukan. Kedua ikan ini memiliki daya tahan yang baik untuk bisa diperdagangkan di luar Sulut," tuturnya.
Untuk pengembangan budidaya kedua ikan tersebut masih terbatas di beberapa kabupaten seperti di Bolmong dan Bolmong Utara.
Selain budidaya ikan lele dan sidat, budidaya ikan patin pun memiliki potensi tersendiri di Sulut. Sayangnya, ikan patin terbilang belum familiar di lidah masyarakat Sulut. Padahal, secara komersial ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-ikan-lele_20160313_205115.jpg)