Pemko Manado Terlilit Utang, Warga Diminta Tinggalkan UC, Beralih ke BPJS Kesehatan
"Kalau utangnya hanya ratusan juta mungkin bisa dipinjam di bank, tapi ini miliaran."
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjabat Walikota Manado, Royke Roring meminta masyarakat tinggalkan fasilitas kesehatan Universal Coverage (UC) dan berpindah ke program BPJS Kesehatan milik Pemerintah.
Hal ini bukan tidak ada sebab, karena menurut Roring dengan pilihan tersebut dapat meringankan beban Pemerintah Kota dalam penganggaran biaya kesehatan dan jauh dari utang.
Apalagi belajar dari pengalaman biaya UC sudah dianggarkan tapi yang muncul permasalahan yaitu utang yang belum bisa dibayarkan karena beban UC berlebihan.
Kemudian tidak bisa diprogramkan dalam pengaturan pembayaran utang pada APBD perubahan 2016 secara cepat sebab masih ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Selama ini yang tidak bisa melakukan pelayanan hanya RSUP Prof RD Kandou. Kalau mengandalkan kedekatan untuk meminta kbali dilayani pasti tidak bisa, karena ada aturan yang membatasi kesempatan dan kebijakan,"jelas Roring, Sabtu (12/03).
Menurut Roring beberapa waktu lalu sempat satu pesawat dengan Dirut RS Kandou ini, ketika melaksanakan tugas di luar daerah.
Disitu beliau sempat meminta agar utang UC Pemkot segera dilunasi, namun karena memang belum ada dana jadi Pemkot masih mengutang.
"Saya mengatakan tidak ada uang sebab besarannya 3,4 miliar. Tahun lalu sudah di anggarkan 36 miliar dan saat ini 16 miliar jadi makin kecil. Kalau utangnya hanya ratusan juta mungkin bisa dipinjam di bank, tapi ini miliaran,"jelas Roring sambil tersenyum.
Ia juga memastikan bahwa tahun 2017 kedepan tidak akan ada lagi masalah RPJM Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia memastikan semua akan berjalan sejalan, oleh karena itu ia meminta agar masyarakat meninggalkan UC dan beralih ke BPJS Kesehatan.
"Sebenarnya kalau hitung - hitung pakai BPJS dari anggaran sekitar Rp.33 miliar akan mengalami penurunan sampai Rp.20 miliar. Untuk sisanya Rp.13 miliar bisa digunakan untuk program lain," jelas Roring.
Menurut Roring ia tidak tahu persis jika ada perubahan pembayaran utang pada penyusunan APBD tahun lalu. Meski biaya rutin Pemerintah Provinsi saat ini dibebani dua daerah yaitu Minahasa dan Kota Manado, ia berjanji akan segera melunasi utang sisa.
"Jadi tidak ada yang salah disini, kalau sudah ada perubahan ABPD maka saya akan melunasi utang sisa di bulan Januari dan Februari,"pungkas Roring. (Tribun Manado/Felix Tendeken)