Pasien DBD Harus Dirawat Inap
Hampir disetiap rumah sakit di awal bulan Januari pasti akan ditemukan penderita Demam Berdarah (DBD).
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hampir disetiap rumah sakit di awal bulan Januari pasti akan ditemukan penderita Demam Berdarah (DBD) yang mendapat perawatan intensif. Bahkan jika memuncak seperti tahun 2015 kemarin bisa membuat pasien membludak memenuhi rumah sakit di Kota Manado.
Virus yang beresiko pada kematian pasien ini merupakan penyakit yang mudah disembuhkan, asalkan perawatannya tepat. Menurut Direktur Rumah Sakit Siloam Manado dr Abraham Talumewo penderita DBD akan melewati masa kritis oleh karena itu dimasa ini perlu perawatan ekstra hingga bisa dilalui dengan baik.
Perawatan yang baik memang paling tepat yaitu rawat inap di rumah sakit. Sebab pasien selama masa tersebut membutuhkan banyak suplai cairan, sebab beresiko pada kerusakan trombosit darah merah.
"Sebenarnya gejala DBD ini sulit ditebak, namun ciri - cirinya bisa kita lihat. Pertama panas dan lesu selama 7 hari, badan panas tapi tidak infulenza, demam diiringi sakit kepala menyiksa, nyeri pada persendian dan otot. Kemudian pakung has adalah nyeri tulang belakang dan bola mata terasa seperti ditekan keluar. Kalau sudah seperti ini maka segera bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis,"jelas dokter Abraham di ruangnya, Jumat (11/03).
Menurut dokter situasi ini jangan dianggap remeh, harus dirawat inap. Dimana untuk kelanjutannya yaitu menentukan diagnosa yang tepat pada tindakan kedaruratan, seperti kejang - kejang, syok, pendarahan pada hidung mata dan telinga, kemudian kesadaran terus menurun. Atau sering mengucapkan kata tidak jelas kepada orang yang berada disampingnya.
"Ini dikategorikan peristiwa kedaruratan, jadi harus diberikan perawatan. Kami akan melakukan uji Torniquet untuk melihat tanda bintik merah pada kulit,"jelas dokter.
Menurut dokter bintik - bintik merah pada kulit merupakan tanda bahwa tubuh sementara mengalami pendarahan akibat virus degue yang dibawa nyamuk aedes agepty. Jika pendarahan sudah terjadi, menunjukan kebocoran pada pembuluh darah yang menyebabkan pembekuan trombosit terlalu cepat dan berakibat fatal.
"Memang jika hasil menunjukan positif maka kita harus memeriksakan darah ini ke lab. Tujuannua untuk melihat jumlah trombosit, apakah berkurang dari 100.000/ul, atau lebih dari 100.000/ul. Kalau lebih itu berarti bisa dilakukan rawat jalan tanpa harus dirawat inap,"jelas dokter.
Dokter meminta agar pasien DBD yang sudah pulang harus dirawat jalan. Dimana kontrol setiap hari ini akan melihat sejauh mana demam akan berlangsung.
"Jangan lupa melakukan hal tersebut, kemudian berikan pasien minum meski tidak haus,"pungkas dokter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/direktur-rumah-sakit-siloam-manado-dr-abraham-talumewo_20160311_174447.jpg)