Minim Penerangan, Jembatan Baru di Lopana Diminta Tutup Sementara
Di ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur dan Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan sudah berdiri megah dua jembatan baru.
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Di ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur dan Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan sudah berdiri megah dua jembatan baru.
Jembatan ini dipersiapkan untuk proyek jalur dua arah yang tengah dibangun Pemerintah.
Walaupun jalur dua arah tersebut belum selesai, namun dua jembatan tersebut sudah difungsikan sejak beberapa minggu lalu. Masyarakat menilai difungsikannya jembatan ini bisa memicu kecelakaan lalu lintas.
Ini dikarenakan usai melewati dua jembatan tersebut khususnya bagi kendaraan dari arah Tumpaan menuju Amurang, maka kendaraan-kendaraan ini akan keluar ke jalur yang normal dan bukan jalur dua arah. Pengemudi kendaraan dari arah sebaliknya bisa kaget dan dapat memicu tabrakan.
Isak Mamoto, tokoh masyarakat Tumpaan meminta agar Pemerintah sebaiknya menutup sementara penggunaan jembatan tersebut. "Jangan nanti sudah ada korban baru ditutup," katanya, Kamis (10/3).
Kata Isak mungkin kalau pengemudi yang sehari-harinya lewat di jalur tersebut pasti sudah hafal jalan ini. Tapi jika ada pengemudi yang baru pertama kali lewat maka akan berakibat fatal apalagi mereka memacu kendaraan dengan cepat.
Donal Audy Rewah tokoh pemuda Tumpaan sangat setuju jika jembatan ini ditutup. "Nanti kalau proyek jalur dua arah sudah selesai baru dibuka kembali lagi," katanya.
Di jalan tersebut penerangan juga sangat minim. Lebih baik katanya mencegah daripada pada akhirnya terjadi kecelakaan baru akan dicegah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jembatan-baru-di-lopana_20160310_210518.jpg)