BNN Kagetkan Pegawai Rutan Kotamobagu. 'Saya Kira Ada Demo'

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kota Kotamobagu, Rabu (9/3) pukul 21.00 wita kaget dengan kedatangan tim BNN Sulut.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
BNN saat melakukan pemeriksaan narkoba di Rutan Kotamobagu, Rabu (9/3) pukul 21.00 Wita hingga Kamis pukul 02.00 Wita. 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kota Kotamobagu, Rabu (9/3) pukul 21.00 wita kaget dengan kedatangan tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut. Kasubsi pelayanan tahanan Acip Rasidi satu diantaranya.

"Saya kira demo. Saat duduk di depan rumah dinas tepat bersebelahan dengan rutan, saya lihat banyak orang datang. Saya langsung lari ke kantor mau ambil senjata. Di depan rutan saya kemudian melihat ternyata dari kakanwil," ujarnya kepada Tribun Manado.

Dengan senyum sapa ia kemudian menyambut rombongan Kepala BNN Sulut Kombes Pol Sumirat Dwiyatno bersama Kakanwil Kemenkumham Sulut DR H Sudirman D Hury SH MM Msc.

Kedatangan mereka yakni pemeriksaan urine dan penggeledahan kamar tahanan dan narapidana didalam rutan. Petugas rutan yang sedang berjaga tak luput dari pemeriksaan. "Semua telepon kami disita sementara waktu, kami juga diminta melakukan tes urine," ujar Acip.

Kepala Rutan Kota Kotamobagu
Amry Langkamane pun kaget saat itu. "Saya pun kaget tadi tak ada pemberitahuan sebelumnya. Pak Kakanwil bertanya katanya kenapa saya ada didalam, ia mengira kedatangan mereka sudah kami ketahui dan kemudian melakukan antisipasi. Saya menjawab pak disini memang tempat saya bertugas, ke rumah pun itu hanya untuk makan," ujar Amry.

Setelah itu petugas dari BNN dan Kemenkumham masuk ke dalam sel tahanan. Pertama kali digeledah yakni semua kamar di block B yang dihuni narapidana.
Sekitar dua jam berlangsung disana. Kemudian lanjut ke block yang lain hingga pukul 02.00 wita.

Ada 290 penghuni rutan terdiri dari tahanan dan narapidana diantaranya ada tujuh penghuni perempuan dan tiga narapidana kasus narkoba yang dites urine.

Kakanwil Kemenkumham Sulut DR H Sudirman D Hury SH MM Msc mengatakan tahanan dan narapidana itu merupakan tanggung jawab pihaknya oleh karenanya mereka melakukan segera mungkin dan secara berkala razia di rutan dan lapas di Sulawesi Utara.

"Di Rutan Kotamobagu satu diantaranya menjadi perhatian kami mengenai narkoba, karena berada di perbatasan baik dari Boltim maupun Gorontalo," ujarnya.

Razia yang dilakukan juga tindaklanjut dari pandangan masyarakat selama ini yang mengatakan ada permainan menyangkut narkoba. "Dengan razia ini sehingga bisa terjawab," ujarnya.

Untuk melakukan razia ini dikatakan Sudirman, tidak cukup hanya dari kementerian hukum dan ham. "Kita harus bersinergi dengan institusi lain yakni BNN, dan BNK. Ini tanggung jawab bersama," ungkapnya.

Sementara itu Kepala BNN Sulut Kombes Pol Sumirat Dwiyatno mengatakan hasil kegiatan operasi tersebut. "Kita sudah melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai di rutan juga kepada tahanan dan narapidana. Dan berdasarkan tes semuanya dinyatakan negatif. Selain itu juga kita menemukan beberapa obat-obatan yang berasal dari poliklinik, atau dokter di dalam rutan berdasarkan resep dokter di rutan," ujarnya.

Selanjutnya dikatakan Sumirat pihaknya akan melaksanakan razia di tempat kos kosan, terminal yang diperiksa sopir maupun penumpang dan tempat umum lainnya. "Kita akan laksanakan pemberantasan narkotika lebih gila lagi, terpadu dan komprehensif," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved