Okupansi Hotel di Manado Meningkat Menjelang Gerhana Matahari
TAK hanya di Ternate dan Palu saja yang mendapat berkah dari peristiwa gerhana matahari yang berlangsung pada 9 Maret mendatang.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - TAK hanya di Ternate dan Palu saja yang mendapat berkah dari peristiwa gerhana matahari yang berlangsung pada 9 Maret mendatang. Hotel di Manado pun pada awal Maret okupansinya meningkat, meskipun fenomena alam rangka tidak dapat dilihat 100 persen.
Okupansi sejumlah hotel di Manado meningkat menjelang gerhana matahari pada 9 Marett mendatang. Meskipun fenomena alam tersebut tidak bisa dilihat 100 persen, namun banyak masyarakat yang ingin menyaksikannya.
"Berpengaruh juga, untuk okupansi di Aston Manado Hotel," ujar DOSM Aston Manado Hotel Rafli, Kamis (3/3/2016).
Menurut dia kunjungan tamu yang datang di sekitaran 9 Maret cukup banyak, namun demikian kedatangan mereka tidak datang sendiri-sendiri, melainkan melaui biro perjalanan yang berasal dari Jogjakarta dan Bali. "Mereka yang telah memesan kamar cukup banyak, apalagi hari-hari mendekat tanggal 9 Maret, baik sebelum maupun sesudah," ungkapnya.
Untuk pengunjung datang datang melalui biro perjalanan berasal dari berbagai negara, mereka sengaja datang untuk menyaksikan peristiwa alam langka tersebut.
Namun demikian, bukan berarti dengan kedatangan pengunjung yang ingin melihat gerhana matahari seluruh kamar terisi semua, masih ada kamar tersedia bagi yang ingin memesan. "Peningkatannya tidak banyak, masih ada kamar tersedia," katanya.
Sedangkan Public Relation Sintesa Peninsula Hotel Manado Julita Wowor mengungkapkan sejauh ini belum ada pengaruhnya pada saat gerhana matahari pada 9 Maret mendatang, sebab saat ini baru hari ketiga di bulan Maret, jadi belum bisa dipastikan. "Belum bisa dipastikan pengaruhnya untuk momen tersebut," katanya.
Namun demikian untuk Maret ini tingkat okupansi mencapai 80 persen. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen bila dibandingkan pada Februari yang mencapai 65 persen.
Namun demikian dia berharap agar pada Maret jumlah kunjungan hotel meningkat dibandingkan dengan Februari, apalagi ada momen seperti gerhana matahari. Meskipun di Manado tidak maksimal untuk melihatnya.
Sedang Sales Marketing Mercure Manado Tateli Beach Hotel Quin mengungkapkan pada saat terjadi gerhana matahari memang tingkat hunian hotelnya cukup ramai, yaitu sekitar 80 persen. Namun demikian dia tidak bisa memastikan apakah karena ingin menikmati momen gejala alam, atau yang lainnya.
"Selain itu, di tempat kami juga ada perayaan pesta pernikahan, sehingga cukup ramai," ungkapnya.
Sedangkan Sales & Marketing Manager Swiss-belHotel Maleosan Manado Reju Jafni untuk momen gerhana Matahari tidak berpengaruh, karena memang akan terlihat di Ternate dan Palu. "Jadi, mungkin hotel di dua tempat tersebut yang nantinya akan ramai," ungkapnya.
Okupansi di hotelnya saat ini biasa-biasa saja tidak ada peningkatan.