Breaking News:

Anak Muda Minahasa Cenderung Tak Lagi Gunakan Bahasa Daerah

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa minta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minahasa dorong pelestarian bahasa daerah.

Anak Muda Minahasa Cenderung Tak Lagi Gunakan Bahasa Daerah
NET
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa minta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minahasa dorong pelestarian bahasa daerah yang mulai punah.

Pasalnya, semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi membuat masyarakat Minahasa terkesan mengabaikan bahasa daerah yang menjadi salah satu ciri khas budaya Minahasa.

“Kecenderungan itu bisa dilihat dari banyaknya anak muda sekarang yang tidak lagi menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan teman sepergaulan bahkan anak-anak sekarang lebih cenderung mengabaikan penggunanaan bahasa daerah,” jelas Feybe Sanger Wakil Ketua Komisi II DPRD Minahasa, Minggu (28/2).

Menurutnya fenomena tersebut harus disikapi secara serius, sebab lama-kelamaan orang Minahasa akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Minahasa.

”Kesadaran generasi muda terhadap budaya dan bahasa daerah perlu ditingkatkan sebab kita harus jujur bahwa sekarang bahasa daerah Minahasa lebih banyak digunakan oleh orang tua itupun bukan dalam pergaulan luas melainkan hanya digunakan dalam komunikasi keluarga saja,” ucapnya.

Dijelaskannya, makin berkurangnya pengguna bahasa daerah berindikasi merupakan pengaruh dari pesatnya pertumbuhan teknologi yang melahirkan bahasa-bahasa baru, anak muda diidentikkan dengan bahasa-bahasa gaul dan kosakata baru, sehingga bisa menghilangkan jati diri anak daerah.

“ Maka perlu ditekankan pada genarasi muda sebagai penerus masa depan Minahasa dan bangsa ini akan pentingnya bahasa daerah dan budaya, serta mengangkat pemikiran lokal yang telah terbukti mampu membantu generasi terdahulu beradaptasi dengan lingkungan serta hidup berkembang sampai sekarang,” jelasnya.

Dijelaskannya, masyarakat Minahasa harus menyontohi Talaud dan Sitaro yang warganya masih sangat kental penggunaan bahasa daerahnya dibuktikan dengan anak-anak muda di sana masih terus menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari.

“Belum terlambat untuk menghidupkan bahasa daerah dengan sebisanya menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari, meski tak jarang harus diluruskan oleh mereka yang mahir berbahasa, tapi setidaknya telah memulai,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved