Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Astaga! Operasi Bedah Bukannya Potong Kista, Tapi Testis, Bukan Angkat Kandungan Tapi Ginjal

Ia masuk dalam 'koleksi' kekonyolan dokter bedah, dan menjadi salah satu korban dari ratusan kekonyolan yang berlangsung di NHS.

Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
http://goo.gl/kt0sb4
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria yang harusnya menjalani operasi pengangkatan kista, justru harus kehilangan testisnya.

Ia masuk dalam 'koleksi' kekonyolan dokter bedah, dan menjadi salah satu korban dari ratusan kekonyolan yang berlangsung di NHS, rumah sakit Inggris setiap tahunnya.

Lebih dari 1.100 pasien telah menderita dari kesalahan begitu serius yang seharusnya tidak pernah terjadi di rumah sakit Inggris selama empat tahun terakhir.

Belum termasuk wanita yang harus kehilangan saluran indung telur menuju ovarium, yang seharusnya dilakukan untuk pemotongan bukan usus buntu.

Lebih dari 400 orang telah menderita karena operasi yang salah di rumah sakit ini, sementara lebih dari 420 pasien juga harus menderita karena memiliki "benda asing" yang tertinggal dalam tubuh dalam mereka setelah operasi, seperti kain kasa, bor, pisau bedah, dan jarum.

Dalam satu kasus lain seorang wanita yang harusnya menjalani operasi pengangkatan kandungan justru harus kehilangan ginjal. Lagi-lagi operasi 'salah angkat'.

Seperti dilansir Telegraph disebut pernah ada pasien yang harus menjalani biopsi pengambilan sampel pankreas, justri yang diambil justri dari organ hati.

Pasien lain menderita ketika harus makan melalui selang yang harusnya sampai ke dalam perut mereka justru makanan masuk ke paru-paru. Hal ini dapat berakibat fatal.

Analisis data yang diterbitkan oleh NHS Inggris menunjukkan ada 254 kejadian mengerikan seperti ini terjadi selang April 2015 hingga akhir Desember 2015.

Seorang juru bicara NHS Inggris mengatakan: "Setiap organisasi yang melaporkan insiden serius juga diharapkan untuk melakukan investigasi sendiri sehingga dapat belajar dan mengambil tindakan untuk mencegah insiden serupa terulang." (Telegraph)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved