Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Diserang Hama Walang Sangit, Ris Menangis tak Bisa Panen Padi

"Saya sampai menangis melihat tanaman padi yang sudah tidak bisa dipanen lagi, akibat serangan hama walang sangit itu," kata Ris.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Puluhan hektar sawah di Desa Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai diserang hama walang sangit yang bernama latin leptcorisa oratorius fabricius.

"Sudah banyak petani yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah," ujar warga Motongkad, Ris Mamonto, Rabu (17/2/2016).

Akibat serangan hama tersebut, para petani mengalami kerugian. Merela mengalami gagal panen. "Ada sekitaran delapan hektar yang gagal panen karena diserang hama. Mungkin sekitar 70 persen dari persawahan di Motongkad yang sudah mulai diserang hama," kata Ris.

Petani pun sudah mengadukan masalah ini kepada penyuluh yang bertugas di Desa Motongkad bersatu. Tapi belum ada dari instansi terkait yang datang melihat serangan hama tersebut.

"Saya sampai menangis melihat tanaman padi yang sudah tidak bisa dipanen lagi, akibat serangan hama walang sangit itu," bebernya.

Dia mengalami kerugian sekitar Rp 10 jutaan untuk membeli obat-obatan dan menyewa pekerja. Namun tak bisa memanen maksimal hasil tanamannya tersebut.

"Ada juga oknum tak bertanggungjawab uang membakar jerami di dekat sawah. Sehingga merusak buah padi yang sudah mau panen," bebernya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ramlah Mokodompis mengaku sudah menerima laporan tersebut dan akan menurunkan tim untuk memeriksa serangan hama yang merugikan masyarakat tersebut.

"Saya sudah turun juga Jumat minggu lalu tapi tak ada laporan masyarakat. Saya akan turun lagi untuk melihat tanaman padi yang diserang hama itu," tegasnya. (tribun manado/aldi ponge)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved