Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tiga Pemuda Manado Ditangkap, Buntuti Polisi, Keluarkan Pisau, Diduga Hendak Curi Motor

Dalam keadaan gelap Polisi tersebut melihat seorang pelaku mengeluarkan pisau. "Saya kemudian melajukan motor."

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aksi tiga pemuda yang hendak melakukan pembegalan yakni DP alias Devi (17), AK alias Alan (18) dan AA alias Andi (20) tertangkap langsung anggota Tim Paniki Polresta Manado di bawah pimpinan Katim Iptu Djody Koyuko, Senin, (15/02) pukul 04.00 Wita.

Parahnya lagi para pelaku yang diduga akan melakukan pembegalan itu tak tahu bahwa yang akan mereka jadikan korban adalah anggota Polisi.

Anggota Polisi yang saat itu mengendarai motor merasa curiga dengan gerak tiga pelaku yang membuntutinya.

Sekitar dua kilometer para pelaku terus membuntuti Polisi tersebut.  

Polisi tersebut mencoba memasuki wilayah Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dengan maksud untuk memastikan kalau para pelaku masih mengikutinya.

Dalam keadaan gelap Polisi tersebut melihat seorang pelaku mengeluarkan pisau. "Saya kemudian melajukan motor," ujar Polisi tersebut.

Beruntung Polisi itu berpapasan dengan Tim Paniki yang saat itu Patroli serta beberapa anggota Shabara Polresta Manado yang juga berada di lokasi tersebut.

Pelaku yang mengetahui adanya anggota Polisi langsung mencoba melarikan diri. Dengan cepat anggota Tim Paniki yang menggunakan motor langsung mengejar dan menangkap ketiganya.

Semakin meyakinkan aksi para pelaku karena saat digeledah didapati pisau badik.

Tak hanya itu motor yang dikendarai dengan nomor Polisi DB 3836 LW ditutup dengan lakban hitam dengan maksud untuk menyamarkan nomor Polisi yang asli.

Saat diwawancarai pelaku enggan mengakui perbuatannya meski sudah ditemukan barang bukti yang meyakinkan.

Andi seorang pelaku mengatakan, ia dan rekannya hanya ingin makan saja. "Kami hanya pergi makan, kebetulan saja kami berpapasan dengan motor Polisi. Kami tidak bermaksud mencuri motor," ujarnya.

Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi mengatakan kasus ini masih dalam pengembangan.

"Bukti yang mengarah ke tindak kejahatan kami dapat seperti sebo dan sajam. Tapi tetap kasus masih dalam pengembangan," katanya.

Ia pun mengatakan, bahwa salah satu dari tiga pelaku tersebut berteman dekat dengan residivis-residivis kasus penjambretan dan pencurian.

"Kalau untuk motor yang digunakan diduga sengaja dilakban huruf D nya agar terlihat seperti nomor Polisi kendaraan dari Jakarta," Tungkasnya. (Tribun Manado/Valdy Suak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved