Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sudah Ada Pembatas, Tawuran di Maasing dan Tumumpa Tak Usai. 'Cari Otak Pembuat Onar'

Pembatas antara Kelurahan Maasing dan Tumumpa rupanya tak membuat Tauran Antar Kampung (Tarkam) usai.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Pihak Kepolisian dari Shabara, Rayon gabungan dan Tim Paniki Polresta Manado berjaga di perbatasan Tumumpa dan Maasing, Minggu (18/10). 

Laporan wartawan Tribun Manado  Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Pembatas antara Kelurahan Maasing dan Tumumpa rupanya tak membuat Tauran Antar Kampung (Tarkam) usai.

Sabtu, (13/02) sekira Pukul 17:00 terjadi penyerangan di salah satu kelurahan yang menyebabkan tauran pecah.

Satu orang yang diketahui bernama Geraldy Kantohe (17) menjadi korban penyerangan dengan panah wayer. Hal itu dianggap warga memancing terjadinya tarkam.

Puluhan kali didamaikan seakan menjadi sia-sia, baik dari Polisi dan TNI sampai pemerintah setempat sudah pernah turun tangan mengatasi tarkam.

Kasus-kasus yang kerap memicu tarkam pun kerap terjadi di dua Kelurahan tersebut.

Melki Kalengkongan warga sekitar mengatakan, bahwa kejadian-kejadian seperti itu nantinya kembali memancing amukan warga.

"Kalau sudah ada yang korban pasti urusannya akan panjang. Meski ada pembatas tarkam tetap akan terjadi," katanya.

Menurutnya, pihak Kepolisian seharusnya mencari otak-otak pembuat onar.

"Ini hanya oknum masyarakat saja, tidak semua ingin tarkam. Sebaiknya polisi cari tahu siapa pelaku atau otak penggerak penyerangan," katanya.

Linda Manoarfa warga lainnya mengaku sudah takut keluar rumah. "Kalau malam saya sudah takut keluar anak-anak pun saya larang," katanya.

Dia mengatakan, bahwa tampaknya dua Kelurahan ini sudah sulit didamaikan. "Hampir selalu ada penyerangan dan selalu dua Kelurahan ini di dalamnya," akunya.

Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi mengatakan Polisi tetap siaga dalam melerai adanya tarkam. "Kita sudah siapkan pos saat suasana memanas personi selalu kita kerakan disana," katanya.

Ia pun memberi imbauan agar masyarakat bisa saling mengerti dan menjaga. "Kita jaga bersama, kerukunan dan kebersamaan sangat dibutuhkan," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved