Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Edisi Minggu Community

Komunitas Manado Rolling, Menguji Kehebatan di atas Sepatu Roda

"Kami tidak hanya mencoba seimbang dan berjalan biasa. Tapi di sini kami punya tahapan, seperti freestyle dan trik tertentu."

Tayang:
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Net
Komunitas Manado Rolling 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setiap olahraga pasti memiliki teknik khusus untuk dikuasai. Apalagi olahraga yang tergolong ekstrem.

Untuk menjadi mahir, persiapan fisik dan mental sangat dibutuhkan. Lebih dari itu, harus berani mengambil risiko.

Manado Rolling adalah komunitas yang memegang prinsip itu. Komunitas sepatu roda ini harus mempersiapkan para anggotanya mahir melaju dan beratraksi meski harus berkali-kali jatuh dan cedera.

"Kami tidak hanya mencoba seimbang dan berjalan biasa. Tapi di sini kami punya tahapan, seperti freestyle dan trik tertentu yang tidak gampang dilakukan," kata Ardiles Gahansa.

Trik-trik pun semakin berkembang. Untuk itu para anggota Manado Rolling selalu berlatih yang tak jarang membuat anggotanya cedera.

"Yang serius latihan ke tahap lebih ekstrem pasti akan cedera seperti patah tulang. Cedera paling ringan itu hanya memar atau bengkak," tambah Ardiles.

Ia menjelaskan, para anggota yang belajar harus mengikuti tahapan atau proses pembelajaran.

"Intinya hobi yang membuat kita tetap serius dan rajin latihan. Untuk itu kami buat komunitas ini menjadi wadah dalam proses pembelajaran, karena kehebatan teruji dari proses pembelajaran," katanya.

Saat ini Manado Rolling menggelar latihan tiga kali dalam sepekan, atau Senin, Rabu, dan Sabtu. Mereka yang berhalangan datang tentu saja tak dipaksakan hadir.

Tak sekadar hobi, komunitas ini pun mengejar prestasi. "Kami sudah pernah ikut lomba internasional di Makassar dan lomba nasional di Surabaya," katanya.

Lanjutnya, Rolling Manado juga pernah bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Manado untuk belajar bersama cara menggunakan sepatu roda.

"Intinya setiap hal positif yang berhubungan dengan komunitas kami pasti ikut serta," katanya.

Bagi siapa saja yang ingin bergabung, Manado Rolling selalu menyambut. "Yang ingin mengetahui kami lebih dekat bisa cek FB Manado Rolling atau Twiter @mdcrolling," kata Ardiles.

Rasa Kekeluargaan

Hobi tentu saja memberi banyak kepuasan bagi mereka yang menggelutinya, termasuk para anggota Manado Rolling.

Satu hal yang begitu kuat mereka rasakan adalah kekeluargaan.

Keseimbangan saat bertumpu di sepatu roda menjadi simbol keseimbangan dan kebersamaan anggota.

"Di sini terasa seperti dalam keluarga besar yang saling menopang dan membantu," kata Risky Emor.

Ia yang pernah mengalami empat kali patah tulang, mengaku selalu didukung oleh para anggota lain.

"Selain motivasi untuk menjadi lebih baik, kenapa saya tetap latihan meski pernah cedera, itu semua berkat dukungan setiap anggota," ujarnya.

Ia mengatakan, bagi para pemula tak akan kesulitan berada dalam komunitas tersebut.

"Dengan penuh kebersamaan kita belajar bersama dan berkembang bersama," katanya lagi.

Ia menekankan bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar.

"Saya memang gemar sepatu roda sejak kecil. Tapi tidak menutup kemungkinan saat ini saya sama bagi semua usia," katanya.

Meily Mailakai, anggota lainnya, juga merasakan hal yang sama.

"Di sini tak hanya bermain dan melakukan hobi. Tapi canda tawa dan kebersamaan sangat terasa, ini juga merupakan keluarga," katanya.

Meski harus jatuh bangun saat latihan ia juga mengaku tetap semangat.

"Semuanya baik, tak lelah berlatih jika dalam keadaan seperti ini," tekannya. (Tribun Manado/Valdy Suak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved