Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

50 tahun HUT Pernikahan, Korompis Luncurkan Buku Mendidik dari Hati

Pendidikan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Terlebih pendidikan yang ditanamkan sejak dini pada anak.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/JEMMY SUMILAT
Ronald Korompis (kemeja kotak-kotak) saat berbincang dengan wartawan Tribun Manado didampingi Ferdinand Wewengkang dan Jimmy Pontoan, Jumat (12/2) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -   Pendidikan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Terlebih pendidikan yang ditanamkan sejak dini pada anak.

Ini merupakan fondasi kehidupan dan berperan penting dalam menunjang pembentukan karakter kepribadian kelak. Pendidikan yang kurang baik akan berpengaruh kepada prilaku.

Demikian disampaikan Ronald Korompis saat diwawancarai Tribun Manado (12/2) dikediamannya di Kaskasen Tomohon.

“Itulah sebabnya mengapa saya harus fokus pada bidang pendidikan dengan visi membentuk kwalitas pendidikan yang baik dengan Alkitab dan Kristus sebagai inspirator. Dan ini berimbas baik pada peningkatan mutu dan kwalitas sumber daya manusia (SDM), terlebih SDM daerah ini, Sulawesi Utara”, ungkap Korompis.

Korompis menambahkan tanpa SDM yang berkualitas mustahil Sulawesi Utara bisa maju dan berkembang, bahkan Indonesia pun bisa menjadi negara maju, dan bersaing dengan negara lain. Tak perlu jauh-jauh melihat Negara Amerika Serikat, negara tetangga seperti Singapura saja Indonesia belum mampu bersaing.

Untuk itulah dia merasa terpanggil untuk memajukan SDM di Sulut dengan memperbaiki dunia pendidikan, dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Lokon yang menangani SMP dan SMA Lokon St Nikolaus yang terletak di kota Tomohon, dengan mengusung konsep boarding school.

Dengan penerapan sekolah dengan sistem tersebut, maka anak-anak tidak hanya diberikan pelajaran ilmu, tapi juga pelajaran tentang pembentukan karakter, seperti menerapkan kebersihan, disiplin, kejujuran serta nilai-nilai luhur lainnya.

"Sebenarnya saat ini Indonesia tidak kekurangan orang-orang pintar, yang kurang adalah orang-orang pintar berkarakter baik," kata kakek dari sembilan cucu ini.

Dia menceritakan awal kepeduliannya terhadap dunia pendidikan itu muncul. Tahun 1993, saat itu dia divonis hanya bisa bertahan hidup 10 tahun lagi oleh dokter karena penyakit yang dideritanya sangat berat. Kemudian dia berdoa dan meminta Tuhan untuk diberikan kesempatan untuk hidup 10 tahun lagi karena saat itu anak-anaknya masih kecil. Bila Tuhan berkenan lanjutnya, dia akan memberikan yang terbaik bagi bayak orang.

"Jadi, bisa dikatakan nazar saya," katanya. Tuhan pun menggenapinya, vonis dokter tersebut bisa dilewati hingga kini.

Kemudian pada 1995 dia diberi mimpi Oleh Tuhan, sedang membaca Alkitab. Kemudian dirinya mulai merenung akan arti kedatangan Tuhan Yesus kedunia. Tuhan Yesus menyelamatkan manusia. dengan berprofesi menjadi Guru mengajarkan sesuatu yang baik bagi banyak orang.
"Dari situlah saya kemudian berkomitmen untuk meningkatkan dunia pendidikan," katanya.

Ke depan dia berniat mendirikan Sekolah di Manado yakni Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar yang berbasis kekristenan.

Kini Ronald Korompis dengan Maria J. Wewengkang telah dikaruniai lima anak : Daniel W Korompis, Ph.D, Solidi S. Korompis, B.Sc., M.B.A., Didi F. Korompis, B.Sc., Dirga M. Korompis, M.Acc., dan Daya Korompis. Dan mereka telah dianugrahi 9 cucu.

Di hari ulang tahun ke-50 pernikahan, Ronald Korompis mempersembahkan karya tulisan “Mendidik Dengan Hati”. Buah karya Ronald Korompis ini berkisah tentang pengalaman dan keyakinan mengenai pendidikan Kristiani yang diulas dalam 4 bab dengan 161 Halaman. (erv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved