Lomba Balap Merpati Jadi Populer di Buyat Boltim

Lomba balap merpati menjadi populer di Desa Buyat Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Lomba Balap Merpati Jadi Populer di Buyat Boltim
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Lomba balap merpati menjadi populer di Desa Buyat Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Tak hanya warga Boltim, turut hadir juga warga Kecamatan Belang dan Kecamatan Ratatotok Minahasa Tenggara dalam lomba adu merpati tersebut. Mereka menggunakan persawahan sebagai lokasi adu merpati.

"Kalau ada liga, banyak yang datang kesini, ada yang dari Basaan, Ratatotok, Tababo, Mopuya, Bukaka, Kema, bahkan Manado dan Bitung," ujar Warga Basaan, Mitra, Vano Sambeka, pada Minggu (7/2)

Para pecinta merpati tersebut berdatangan ke Boltim untuk menyalurkan hobinya di persawahan Buyat karena dianggap memiliki areal yang luas.

"Disini lokasinya lebih bagus untuk pelaksanaan liga. Setiap dua minggu sekali kami berkumpul karena usai lomba, merpati harus bertelur," jelasnya.

Tak hanya kecepatan tetapi ketetapan mendarat pun jadi unsur penilian lomba. Setiap merpati sudah memiliki pasangan masing-masing yakni jantan dan betina. "Jaraknya antara 300 hingga 400 meter, jantan dilepas disisi sebelah. Disisi lain, betina diupayakan agar menarik perhatian dan Jantan harus mendarat kepada sang betinanya," bebernya.

Terkadang merpati yang belum terlatih, salah mendarat. Namun sebagian besar merpati dapat mengenali pasangannya.

"Merpati itu setia, makanya ada ungkapan merpati tak akan ingkar janji. Jika mereka dipisahkan, akan stres. Makanya merpati sudah ada namanya masing-masing, ada Sule, ada Upin, ada Ipin," terangnya.

Dia mengakui adu merpati tersebut hampir seperti adu ayam jago. Namun dia merasa nyaman dengan merpati. Pemilik merpati yang menang akan mendapat uang dari pemilik yang kalah.

"Tergantung banyaknya merpati. Tapi lebih senang main merpati ketimbang ayam. Kalau ayam bisa ditangkap polisi dan tiap minggu disinggung di gereja," katanya tersenyum.

Dia memiliki lebih dari seratus ekor merpati yang sudah dilatih. Biayanya pun tak sedikit untuk merawatnya. Seminggu harus mengeluarkan dana hampir dari Rp 1 juta.

"Kita harus sedikan makanannya seperi jagung, kedelai, beras merah, kacang tanah, kacang ijo. Belum lagi kapsul sekitar Rp 350 ribu. Merpati harus dimandikan usai bertelur," bebernya.

Warga lainya, Cendey Pitoy mengatakan untuk melatih merpati agar lebih terlatih membutuhkan waktu minimal sekitar 6 bulan. Dia menyebutnya sebagai hobi.

"Saya latih merpati sekitar 6 bulan, sudah bisa terbang dan mendarat dengan baik dari jarak 300 meter," ucapnya. (Tribun Manado/Aldi Ponge)

Penulis: Aldi
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved