Margriet Menangis Dituntutan Hukuman Seumur Hidup

Air mata terdakwa Margriet Christine Megawe deras mengalir ketika jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup

Tribun Bali / IST
Angeline, Margriet Ch Megawe, beserta dua kakak angkatnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DENPASAR - Air mata terdakwa Margriet Christine Megawe deras mengalir ketika jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (4/2). Jaksa Purwanta Sudarji menyebut Margriet terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap anak angkatnya, Engline (8), yang dikubur di halaman rumahnya, Jl Sedap Malam No 26, Denpasar.
"Tidak ada hal yang meringankan sama sekali pada terdakwa," ujar Jaksa Purwanta di persidangan. Hingga tuntutan pidana dibacakan, Margriet tetap bersikeras menolak tuduhan terlibat dalam pembunuhan Engeline.

"Pak hakim saya minta keadilan yang seadil-adilnya. Karena saya tidak membunuh Engeline," ungkap Margriet kepada majelis hakim. Dalam persidangan mendatang, Margriet maupun penasihat hukumnya diberi kesempatan mengajukan pembelaan sebelum majelis menjatuhkan vonis.
Jaksa menilai Margriet sengaja membuat drama hilangnya Engeline. Padahal, Engeline dikubur di halaman belakang rumah Margriet Megawe.
Margriet sempat menyampaikan Engeline hilang diculik oleh perempuan berambut panjang. "Padahal akhirnya Engeline ditemukan tanpa nyawa dan banyak bekas luka di belakang rumah Margriet," ucap Purwanta.

Ayah kandung Engeline Megawe, Rosyidik, tidak puas terhadap tuntutan jaksa. Ia menilai lebih tepat Margriet dituntut dan mendapapat ganjaran hukuman mati.
"Sudah tepat Margriet dihukum mati. Saya puas kalau Pak Hakim nantinya memutuskan hukuman mati," tegas Rosyidik. Ia mengatakan sejak awal sangat yakin Margriet adalah pelaku pembunuhan.
"Dari awal saya sudah yakin Margriet yang membunuh anak saya," ucap Rosyidik. Ia mengingatkan kembali, di persidangan terungkap Margriet sering menganiaya Engeline.

"Kepala anak saya pecah. Giginya juga rontok. Ini perlakuan keji, Margriet itu bukan manusia. Ini jelas direncanakan," ujar Rosyidik.
Namun Rosyidik peneasaran pada motif pembunuhan. "Saya juga masih bertanya apa sih motifnya," tanya Rosyidik.

Kehabisan uang
Anak kandung terdakwa, Yvonne Megawe, ikut mendengar pembacaan tuntutan terhadap ibunya. Mengenakan dres warna biru dan kaca mata hitam, Yvonne duduk di luar ruang sidang ditemani beberapa kerabatnya.
Pihak keluarga Margriet menilai tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum tidak berkorelasi dengan fakta. Untuk itu, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan bagi Margriet hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Yvonne Megawe mengatakan tuntutan jaksa tidak berdasarkan fakta. "Kalau mejelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis bersalah, kami akan ajukan banding. Kalau perlu sampai Mahkamah Agung," tegas Yvonne.
Ia meyakini persidangan pada tingkat pengadilan tinggi hingga Mahkamah Agung tidak terpengaruh oleh berbagai opini yang menyudutkan Margriet. "Pak Hotma (pengacara Hotma Sitompul) juga sudah sepakat untuk banding apabila mama nanti divonis bersalah," ucap Yvonne.

Ia mengungkapkan, Margriet sudah sangat lelah menjalani persidangan selama ini. Bahkan, sang ibu telah pasrah terhadap putusan pengadilan. "Ibu sebenarnya sudah capek menjalani proses hukum selama ini. Namun kami terus kuatkan ibu untuk mencari keadilan," ungkap Yvonne.

Ia mengatakan jaksa penuntut umum terus menggiring opini ibunya merupakan pelaku pembunuhan Engeline. "Dari cara membacanya saja sudah kelihatan menggiring opini," ujar Yvonne.
Ia mengatakan kasus tersebut juga berdampak luas terhadap ekonomi keluarganya. Yvonne mengaku sulit mendapatkan pekerjaan sejak bergulirnya kasus kematian Engeline. "Kami jadi sulit juga cari kerja. Tapi berkat Tuhan selalu ada lah," tutur Yvonne.

Ia mengatakan tabungan dirinya maupun Christine telah habis. "Christine sampai balik ke Amerika untuk kembali bekerja. Kami tidak punya pilihan. Tabungan kami sudah habis," terang Yvonne. Ia berharap pengadilan dapat memberikan putusan berdasarkan fakta bukan karena opini yang terus digiring selama ini yang kian menyudutkan ibunya. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved