Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bunga Terompet, Cantik tapi Bikin Mabuk. Serbuknya Mulai Marak Disalahgunakan

Selain lem berzat adiktif, pemanfaatan serbuk bunga terompet pun mulai marak disalahgunakan.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
NET
Ilustrasi bunga terompet 

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON  - Selain lem berzat adiktif, pemanfaatan serbuk bunga terompet pun mulai marak disalahgunakan.

Bunga yang juga dikenal dengan nama kecubung (Datura metel L) itu menurut Tonny Lasut, Sekretaris BNN Tomohon tergolong psikotropika.

"Di kota Tomohon bunga terompet ini banyak tumbuh menjadi ancaman jika disalahgunakan," katanya.

Serbuk bunga terompet biasanya digunakan dicampur dengan minuman keras, setelah sebelumnya dikeringkan lebih dulu.

Lasut mengungkapkan, pernah sekali menemukan seorang siswa terpengaruh serbuk bunga. Awalnya dikira kerasukan, karena korban membanting-bantingkan diri ke jalan sambil teriak dan nyanyi tak karuan.

"Karena pikirnya kerasukan jadinya didoakan, tapi saya curiga sepertinya ada yang lain," ungkapnya.

Karena tergolong psikotropika, serbuk bunga terompet ini memicu orang jadi aktif.

Setelah tenang, keesokan harinya ditelusuri penyebabnya.

Ternyata diketahui si anak meminum minuman beralkohol bercampur serbuk bunga terompet. "Temannya yang campur," kata dia.

Selain serbuk terompet, ada juga jenis mushroom atau jamur tumbuh di kotoran sapi mulai marak disalahgunakan, termasuk juga obat batuk cair.

"Kita harus antisipasi jangan sampai, generasi penerus bangsa terjerumus," pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved