Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mal-mal Perketat Pengamanan, Tas Pengunjung pun Diperiksa

Pascateror bom di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari, Kota Manado masih siaga satu.

Penulis: Finneke | Editor:
TRIBUN MANADO/Alexander Pattyranie
Pengamanan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pascateror bom di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari, Kota Manado masih siaga satu.

Pengamana terus ditingkatkan. Terutama di pusat keramaian seperti mal, hotel dan lokasi strategis lainnya. Pengamanan dari TNI dan Polri, maupun internal dilakukan di mal di Manado.

Pantauan Tribun Manado, Senin (18/1), polisi tampak berkeliaran Megamall, MTC dan Manado Town Square. Polisi berseragam lengkap berpatroli di semua lantai, meski dengan personel yang tak banyak. Begitu pula para sekuriti mal.

Di pintu masuk, penjagaan sekuriti tampak diperketat. Alat pelacak memeriksa sejumlah warga yang terlihat membawa tas besar. Meski sejumlah warga menilai penjagaan tak terlalu ketat.

"Saya kemarin bawa plastik hitam besar masuk Mantos, tak terlalu diperiksa juga. Hanya ditanya itu apa, lalu saya bilang untuk bahan jualan di booth saya. Tapi tetap alat pendeteksi ditaruh di bawaan saja," ujar Adelina, seorang warga.

Di Mantos, semua pintu masuk dijaga ketat petugas. Sebelumnya ada satu pintu yang biasanya tak ada sekuriti, kemarin terpantau sudah ada. Ternyata selain di dalam, petugas polisi berjaga di pintu masuk kendaraan.

Begitu pula dengan pengamanan di kawasan Megamas Manado. Sekuriti di pintu utama terpantau memeriksa warga dengan seksama. Terutama warga yang membawa tas besar.

Metal detektor bolak-balik di tas yang dibawa sejumlah warga. Personel polisi juga bersiaga. Selain penjagaan di dalam, mobil polisi juga patroli di kawasan Megamas pada malamnya.

"Saya tadi sempat ditanyai soal barang bawaan, lalu saya tunjukkan. Sepertinya pascabom di Jakarta itu, pengamanan di mal lebih ditingkatkan yah. Ini bagus," ujar Agustinus, pengunjung Megamall.

Dalam status siaga satu ini, para polisi berada di setiap titik di Manado. Baik yang mengatur lalu lintas, maupun personel yang stand by untuk pengamanan.

Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung menegaskan, semua pengusaha tempat hiburan maupun perbelanjaan wajib meningkatkan pengamanan. Berupa pemasangan CCTV dan pemeriksaan pengunjung yang datang.

"Setiap pengusaha wajib pasang CCTV dan metal detektor. Periksa setiap pengunjung maupun kendaraan yang datang. Ini penting. Saya sudah sampaikan itu," ujar Kapolda.

Peningkatakan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan dilakukan polisi. Hal ini, kata Kapolda, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk teror oleh para teroris.

"Kita tingkatkan pengamanan di mal, pasar, tempat hiburan dan titik potensial lainnya. Sembari terus mengimbau masyarakat untuk terus waspada," pungkasnya. (tribun manado/finneke wolajan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved