Untuk Menghadapi MEA, di Manado, PSK Dilatih Bikin Kue
Datangnya MEA bisa menyuburkan prostitusi di Sulut.Tenaga kerja wanita yang kalah dalam persaingan kerja, bisa saja memilih jalan prostitusi.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID - Datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) bisa menyuburkan prostitusi di Sulut.Tenaga kerja wanita yang kalah dalam persaingan kerja, bisa saja memilih jalan prostitusi untuk menyambung hidup.
Hal tersebut disorot anggota DPRD Sulut Jems Tuuk. "Jangan sampai jual PSK saat MEA," kata dia. Tuuk membeber, jumlah PSK terus bertambah. Tempat mangkalnya pun makin banyak. "Ini sangat berbahaya, bisa saja mereka terus berkembang di era MEA," kata dia.
Dia meminta pemerintah memperhatikan hal itu. Cara terbaik menangani masalah prostitusi, beber dia, adalah memberikan pelatihan kerja bagi para PSK ini.
"Kalau hanya ditertibkan pasti mereka balik lagi, lebih bagus diberikan pelatihan kerja bagi mereka," kata dia.Tuuk mewanti - wanti agar pelatihan kerja yang diberikan tidak asal - asalan. Para eks PSK harus diberi pelatihan dengan standar tinggi agar bisa bersaing di era MEA.
Kadis Sosial Manado Franz Mawitjere mengatakan, puluhan eks PSK tengah menjalani pelatihan kerja. Bidang kerja yang dipilih adalah membuat kue, memasak serta menjahit. "Mereka kita berikan pelatihan," kata dia.
Dibebernya, pelatihan PSK merupakan program rutin Dinas Sosial. Di Era MEA, pelatihan akan ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya. Dia mengklaim sudah banyak lulusan pelatihan itu yang memulai hidup baru. "Ada yang sudah buka usaha ketering," kata dia.
Kadisnakertrans Sulut, Marchell Sendoh mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pelatihan kerja bagi para pekerja. "Kita susah siapkan pelatihan kerja," kata dia.
Khusus pekerja wanita, kata dia, disediakan pelatihan khusus. Pelatihan tersebut meliputi bidang pekerjaan umum serta khusus. "Mereka kita latih pekerjaan salon, memasak serta pekerjaan lainnya," kata dia. (art)