Pak Gubernur Air di Rumah Saya Sudah Empat Bulan tak Jalan
Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono tiba - tiba memutuskan melakukan Sidak di Kantor PT Air Manado .
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono tiba - tiba memutuskan melakukan Sidak di Kantor PT Air Manado di Kelurahan Paal Dua Rabu (30/12) pagi.
Begitu memutuskan demikian, Sumarsono langsung bergegas, sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi disana. "Bapak ingin cepat - cepat ke sana," kata seorang staf protokol.
Benar feeling sang Gubernur. Setiba di sana, sudah ada sejumlah warga yang hendak mengeluh. Nasib mempertemukan warga yang menderita ini dengan pemimpinnya.
"Pak Gub, air di rumah saya sudah empat bulan tak jalan, selama ini kami kumpul air pakai gelon untuk keperluan mck hingga minum," kata Mulyono warga Kelurahan Sario.
Seorang ibu yang mengaku sudah janda mengatakan, sudah lebih dua minggu ia menimba air di rumah tetangga. Dia tinggal di Kelurahan Bumi Beringin, salah satu wilayah kekurangan air terparah.
"Kasihanilah kami pak," kata dia.
Raut wajah Sumarsono terlihat sedih saat mendengar keluhan itu. Berkali - kali ia menarik napas panjang.
"Keresahan ibu adalah keresahan saya juga," kata dia.
Dalam pertemuan selanjutnya dengan Manajemen PT Air Manado, terungkap bila ada ratusan orang yang senasib dengan Mulyono.Keluhan disampaikan lewat berbagai cari, dari datang langsung, lewat telepon serta menyurat.
Seorang pimpinan PT Air mengatakan, jika 39 persen suplai air menggunakan air tanah. Ia juga membeber sejumlah kendala teknis lainnya. Sumarsono meminta pihak PT Air Manado untuk melakukan sejumlah terobosan untuk menjamin ketersediaan air bagi warga Manado.
"Yang tak kalah pentingnya adalah segera publikasi hasil terobosan yang sudah dilakukan, ini penting agar masyarakat tahu," kata dia.
Bukan kali itu saja Sumarsono bersua dengan penderitaan warga. Dua hari sebelum Natal, dalam blusukan ke Koperasi Gubernur, Sumarsono tertegun mendapati banyaknya PNS yang pinjam duit di Koperasi.
"Mereka sudah pinjam di Bank, lalu pinjam lagi disini, gajinya seberapa, mau makan apa," kata dia.Sumarsono meminta pihak Koperasi untuk tidak lagi memberi pinjaman bagi PNS yang sudah memiliki potongan 40 persen di Bank. Ia meminta para PNS menghidupkan pola hidup sederhana.
Ia juga minta pengurus koperasi untuk mengembangkan koperasi tersebut. Berkembangnya koperasi itu, beber dia, akan menyejahterakan PNS. "Koperasi adalah antitese dari sistem kapitalis dan sosialis, didalamnya ada kebersamaan, gotong royong serta mufakat," kata dia