Pastor Yonas: Bersyukur Dalam Segala Hal
Umat Katolik Stasi Fransiskus Xaverius Maumbi Paroki Santa Ursula Watutumou, Minahasa Utara diberkati dalam misa Pesta Keluarga Kudus.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Umat Katolik Stasi Fransiskus Xaverius Maumbi Paroki Santa Ursula Watutumou, Minahasa Utara diberkati dalam misa Pesta Keluarga Kudus, Minggu (27/12). Umat diberkati Pastor Yonas Atjas.
PESTA ini biasanya ang diselenggarakan pada hari Minggu antara Natal dan Tahun Baru. Dalam oktaf (delapan hari) sesudah Natal atau Jumat sebelum 30 Desember, jika ada tahun yang tidak memiliki hari Minggu--karena tanggal 25 Desember dan 1 Januarinya jatuh pada hari Minggu-- tahun ini dirayakan satu hari sesudah peringatan wajib Santo Stefanus, Martir Pertama. Peringatan wajib itu langsung mengingatkan Gereja yang baru berpesta Natal bahwa terang dan gelap, baik dan jahat itu tidak begitu berjauhan.
Pastor Yonas dalam renungannya mengatakan keluarga merupakan pusat hidup keluarga. Semua mengharapkan segala sesuatu dalam keluarga. "Selain keluarga insani, Gereja juga merupakan keluarga di mana Allah menjadi kepala keluarga. Allah merawat dan menjadi pusat Gereja," katanya.
Dengan merayakan Pesta Keluarga Kudus, kata Pastor Yonas, keluarga kristiani menjadi istimewa. Tuhan hidup bersama iman mereka.
"Dengan percaya pada Tuhan, ada harapan yang kuat dalam keluarga dalam berhadapan dengan situasi sulit. Paus Fransiskus mengatakan tidak ada keluarga yang sempurna. Beradu agumentasi, dan tidak saling bicara biasa terjadi tapi keluarga tetap keluarga. Cinta tetap di sana," katanya.
Ia menceritakan kisah tentang Om George dan Tante Mina. Saat George melamar Mina, George mengatakan 'percayalah padaku'
"Saat kelahiran anak pertama George mengatakan 'aku menyusahkanmu'. Saat menikah ia mengatakan dirinya masih ada. Ketika tante Mina sakit ia mengatakan 'ia masih di sini' dan ketika tante Mina meninggal, om George bilang tunggu aku. Cintanya di sepanjang perjalanan hidup walau katanya hanya pendek-pendek," katanya.
Pastor Yonas kemudian meminta keluarga untuk bersyukur meski tak cukup. Walau suka segala sesuatu ada saatnya berkata cukup. "Ada selalu salah paham. Ikhlaslah meski tak rela," ujarnya.
Dalam perjalanan yang semakin berat, mereka diminta memahami meski tak sehati. Juga setia mesti tergoda. "Cuma keluarga kudus (Yesus, Maria, dan Yosef yang tidak tergoda. Jadi betapa indahnya ada pesta perkawinan 25, 30 dan 40 tahun. Karena itu kita juga mengasihi walau disakiti. Kita percaya meski susah," katanya.
Dikatakannya, Santo Agustinus pernah mengatakan keluarga ialah Gereja kecil atau Eccelesia Domestica. Keluarga menjadi tempat membesarkan anak-anak. "Pelihara anak-anak melewati hari-harinya. Karena itu keluarga harus menjadi sacramentum, menjadi tanda cinta Allah juga yang sementara dilanda krisis," katanya.
Keluarga dimintanya untuk selalu mencari Yesus. Orang tua diminta untuk mencintai anak-anak mereka. "Jangan tunggu motor mereka datang dini hari lalu lebih mencemaskan motor yang dikredit itu. Anak lebih berharga daripada motor," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/misa-pemberkatan-keluarga_20151228_091432.jpg)