(VIDEO) Iklan Klip Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus Dilarang Tayang di Bioskop, " Terlalu Religius"

Klip singkat ini memuat pesan Natal yang dikemas untuk mengingatkan tentang makna Natal sebenarnya. "Natal dimulai dengan Kristus".

Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah iklan berisi klip Nativity adegan Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus dilarang tayang di bisokop.

Penolakan ini muncul dengan pemikiran bahwa klip iklan singkat ini dianggap terlalu religius untuk tayang di bioskop.

Klip singkat ini memuat pesan Natal yang dikemas untuk mengingatkan tentang makna Natal sebenarnya. "Natal dimulai dengan Kristus".

Klip ini awalnya direncanakan akan muncul di setiap layar bioskop, seminggu sebelum perayaan Natal, dimana bioskop akan penuh penonton karena liburan Natal telah tiba.

Sebuah badan amal Kristen merupakan pemilik iklan ini, dan mereka mencoba untuk iklan ini ditayangkan di bioskop.

Akan tetapi, kepala bioskop melarang iklan Natal khusus untuk menjadi apa yang disebutnya sebagai 'agama'.

Lebih dari 200.000 orang telah melihat iklan singkat ini yang telah diunggah ke YouTube.

Bulan lalu , bioskop juga telah menolak untuk menampilkan klip Doa Bapa Kami sebelum film Star Wars dimulai.

Video dimulai dengan pasangan muda duduk dengan anak bayi mereka di ruang tamu yang perlahan-lahan berubah ke masa lalu yang menampilkan suasana Natal pertama dimana ada Maria, Yusuf dan Bayi Yesus.

"Kami telah memutuskan dengan suara bulat pada pertemuan komite mingguan kami tidak menyetujui iklan ini untuk tayang," ungkap DCM.

Francis Goodwin, ketua ChurchAds.net mengungkapkan kekecewaannya.

"Ini mengecewakan. Kami pikir kita hidup dalam demokrasi liberal di mana orang dapat mengatakan apa yang mereka suka dan kemudian kita menemukan bahwa kita tidak bisa. Iklan ini adalah hal yang sangat ringan, kenapa dilarang."

"Tujuan kami adalah untuk mengingatkan orang tentang mengapa dan apa tujuan kita merayakan Natal, dan klip ini menunjukannya dengan cara yang kontemporer dan kreatif." (Mail Online/Youtube)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved