Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Awas Aksi Copet dan Jambret Jelang Natal di Manado

Aksi copet dan penjambretan di pusat-pusat perbelanjaan harus diwaspdai.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aksi copet dan penjambretan di pusat- pusat perbelanjaan harus diwaspdai. Di beberapa pusat keramaian Polisi sudah memasang spanduk-spanduk bertuliskan waspada copet, seperti yang terlihat di Pasar Natal.

Finke Rondonuwu, warga Desan Towuntu Barat, Kecamatan Pesan, Minahasa Tenggara, menjadi korban. Ia datang ke Polresta Manado untuk melaporkan kasus yang menimpanya Sabtu (19/12).

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu toko yang berada di pasar 45, saat itu ia sedang asyik belanja. Ia pun kaget saat hendak mengeluarkan dompet, saat diambil dompet tersebut sudah tidak ada.

Ia pun mencari di sekitaran tempat tersebut yang dalam keadaan ramai. Namun dompet tersebut tak kunjung ditemukan, ia pun mengalami kerugian Rp 1 juta serta kartu penting dalam dompet yang ikut raib.

Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi menghimbau agar masyarakat waspada saat berbelanja. "Peningkatan pengunjung yang menyebabkan keramaian sering dimanfaatkan para pelaku copet. Masyarakat harus waspada, dan jangan tampil mencolok seperti memakai perhiasan," jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, ia sudah menurunkan anggota untuk memantau keramaian. "Kita juga sudah siapkan pos dibeberapa titik tempat perbelanjaan yang padat," tutup Mandagi.

Hal senada dikatakan Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik. Warga yang berbelanja di Kota Manado, kata dia, agar berhati-hati dengan barang bawannya. Karena situasi seperti ini rawan dimanfaatkan pelaku kriminal.

"Waspada copet dan pencuri. Situasi seperti ini banyak dimanfaatkan. Kita lihat banyak kejadian terdahulu. Petugas berupaya semaksimal mungkin, tapi tanggung jawab tetap ada pada diri sendiri," jelasnya.

Waspada Teroris
Kepolisian Daerah (Polda) Sulut mengerahkan 1/3 personelnya untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 3.000 personel Polri standy by di sejumlah lokasi.

"Pengamanan ketat Natal dan Tahun Baru kita lakukan. Kurang lebih ada 3.000 personel yang disiagakan di sejumlah titik," ujar Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, Minggu (20/12).

Dikatakan, pihaknya pun rutin menggelar patroli di tiap wilayah. Hal ini untuk menekan tindak kriminalitas, seperti razia minuman keras (miras) dan sajam.

"Dalam operasi lilin, petugas rutin patroli dengan sasaran miras dan sajam. Selain itu, hal-hal yang mengganggu Kamtibmas juga kita tertibkan," tuturnya.

Soal isu terorisme, kata AKBP Damanik, pihaknya mewanti-wanti warga untuk waspada. Apalagi jelang Natal ini ada kabar terkait penyerangan kelompok radikal di Sulut.

"Masyarakat waspada dengan ancaman ini. Kalau ada orang-orang baru yang mencurigakan, silakan beri informasi pada kami dan kami berupaya untuk menangkalnya. Penjagaan di perbatasan maupun pihak intelijen telah kami maksimalkan," terangnya. (val/fin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved