Penjabat Bupati Laporkan Oknum Cabup ke Panwas
"Setelah saya mengetahui dalam media sosial. Itu sudah mengancam mengagalkan Pilkada. Jelas sekali itu. Kalau tak lapor, saya juga salah."
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melaporkan oknum Calon Bupati (Cabup) ke Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terkait dugaan pengancaman yang diterimanya.
Penjabat Bupati Boltim Rudi Mokoginta mengatakan selama ini dirinya menahan diri terkait orasi politik salah satu Cabup terkait ketidaknetralan dan kalimat bernada ancaman yang beredar melalui rekaman dan media sosial. Kemudian dia, memutuskan melaporkan ke Panwaslu demi menjaga stabilitas Boltim.
"Setelah saya mengetahui dalam media sosial. Itu sudah mengancam mengagalkan Pilkada. Jelas sekali itu. Kalau tak lapor, saya juga salah. Maka salah lapor ke Panwas untuk menjaga terjadi hal yang tak diinginkan," terangnya, Senin (7/12).
Dia menyerahkan sepenuhnya laporan tersebut ke Panwas Boltim. Dia pun memikirkan akan menempuh ke jalur hukum.
"Tapi saya berharap tak sampai ke situ (hukum). Kalau memang ke hukum, saya tak bisa menahannya," tegasnya.
Dia merasa terancam dengan pernyataan atas oknum cabup tersebut. Dia merasa dilecehkan karena disebut bukan putra Boltim.
"Saya merasa terusik adalah ancaman membuat kekacauan. Kalau yang lain saya tak pusing. Kita harusnya mensukseskan Pilkada ini," bebernya
Dia menegaskan kehadirannya di Boltim untuk mensukseskan Pilkada Boltim dan menjaga netralitas Aparatur penyelengara pemerintahan.
"Pilkada ini harus berkualitas dan damai. Memang memang beberapa hari ini situasi Boltim agak panas. Bahkan dari Mabes Polri datang mengecek disini," terangnya.
Rudi mengimbau masyarakat untuk tak terpancing aksi provokasi yang memecah bela persaudaraan di Boltim. Dia menyesalkan insiden penghadangan kendaraan yang terjadi beberapa hari terakhir.
"Saya sudah koordinasi dengan Kapolsek. Kalau melanggar hukum harus ditindak, tak pandang bulu. Kami imbau masyarakat jangan terpancing. Boltim dibangun dengan harga mahal," imbaunya.
Pimpinan Panwaslu Boltim, Haryanto mengakui adanya laporan tersebut dan akan menindaklajutinya. Katanya, laporan terkait dugaan ancaman akan melakukan rusuh oleh salah satu calon dalam orasinya.
"Kami sudah terima, selanjutnya akan teliti terkait unsur materiil formil. Jika terpenuhi akan diproses sesuai aturan," tegasnya.
Panwas pun akan menyerahkan hal tersebut ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) jika memenuhi unsur pidananya.
"Laporan baru masuk kemarin (Minggu) kami memiliki waktu beberapa hari kedepan untuk melakukan pencermatan," terangnya. (Tribun Manado/Aldi Ponge)