67 Laporan Cyber Crime Masuk ke Polda Sulut, Teror Mantan Pacar Paling Marak

"Saat ini 12 kasus sudah tahap sidik. Sebelumnya juga sudah ada yang P21. Yang pasti semua laporan yang masuk kita proses,"

67 Laporan Cyber Crime Masuk ke Polda Sulut, Teror Mantan Pacar Paling Marak
kompas.com
Ilustrasi online 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang pria asal Tondano, Sabtu lalu, ditangkap Polda Sulut karena diduga melakukan teror melalui facebook dan fasilitas MMS di handphone.

Pria itu mengirim gambar telanjang dan menyertakan kalimat ancaman terhadap dua orang yang diterornya.

Hingga awal Desember 2015, sebanyak 67 laporan terkait kejahatan dunia maya, masuk ke Polda Sulut.

Laporan yang masuk tersebut mulai dari penipuan online, menghilangkan data, serta teror pengancaman dan kekerasan.

"Saat ini 12 kasus sudah tahap sidik. Sebelumnya juga sudah ada yang P21. Yang pasti semua laporan yang masuk kita proses," ujar Direskrimsus Polda Sulut Kombes Hilman, Rabu (2/12).

Dikatakannya, kejahatan dunia maya memang tergolong lama dalam prosesnya, karena sifatnya yang khusus. Untuk menangani hal ini, harus menghadirkan saksi ahli, digital forensik dan lainnya.

"Tak bisa langsung seperti pidana umum. Ada langkah-langkahnya. Prosesnya memang agak panjang," tuturnya.

Setiap warga yang merasa diteror, berhak melaporkan kepada polisi. Misalnya ketika mendapat ancaman dan teror baik melalui SMS, telepon maupun lewat media sosial.

"Polda Sulut sudah punya fasilitas memadai untuk menangani kasus cyber crime ini," jelasnya.

Mereka dijerat menggunakan Undang-Undang ITE ini. Pada Pasal 29 menyebut ancaman penjara minimal 9 tahun dan denda Rp 2 miliar, dengan kejahatan yang bersifat pribadi. Seperti kekerasan atau menakuti-nakuti.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved