Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Listrik Mati hingga 6 Jam di Minahasa, Capek Deh!

Sudah beberapa hari ini mati lampu, sampai enam jam, seperti tadi, mati lampu jam delapan pagi, nanti menyala kembali jam satu siang,

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO, TONDANO - Beberapa hari ini di Minahasa sering terjadi pemadaman lampu dalam rentan waktu berjam-jam, hal tersebut dipertanyakan bahkan dikeluhkan oleh masyarakat Minahasa, sebab sangat merugikan masyarakat, termasuk instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Pemadaman lampu dilakukan secara bergilir, kadang selama lima atau enam jam, bahkan ada yang lebih dari itu, dan dilakukan siang atau malam hari. Bahkan sering dikeluhkan, pemadaman terjadi pada jam kerja, sehingga tak jarang ada pelayanan terhadap masyarakat yang terhenti lantaran lampu dipadamkan.

"Sudah beberapa hari ini mati lampu, sampai enam jam, seperti tadi, mati lampu jam delapan pagi, nanti menyala kembali jam satu siang, tapi kami masyarakat tidak diberitahu penyebabnya apa, harusnya PLN sampaikan, supaya kami tahu. Sebab kalau pemadaman terus seperti ini, bisa-bisa barang elektronik kami rusak," jelas Meyke warga Kawangkoan.

Selain itu, pelayanan publik pun ikut terganggu, seperti di kantor Polres Minahasa, banyak pelayanan yang terpaksa harus ditunda lantaran pemadaman lampu, seperti pembuatan SKCK, laporan masyarakat, juga proses pemeriksaan di Reskrim pun ikut terhambat.

"Pemeriksaan yang kami lakukan ikut terhambat, karena mati lampu di jam sibuk, karena kami menggunakan peralatan elektronik untuk melakukan pemeriksaan, seperti hari ini, harusnya kami sudah melakukan pemeriksaan, tapi karena mati lampu, kami harus tunda dulu sampai lampu menyala, padahal harusnya sudah bisa cepat selesai," jelas Aipda Graaf Karading Kanit II Sat Reskrim Polres Minahasa.

Sementara itu, Dermawan Uloli Humas PLN SulutGo mengatakan, bahwa pemadaman lampu terjadi beberapa hari ini, termasuk di wilayah Minahasa lantaran terjadinya kerusakan satu di antara unit pembangkit listrik di Lahendong.

"Unit 4 Lahendong tidak operasi, sebab sejak hari Rabu, terjadi kerusakan atau vibrasi, sehingga sementara dicek kerusakannya, kemudian diperbaiki kembali," jelas dia. Ia menambahkan, kerusakan tersebut membuat PLN kehilangan daya 18 Megawatt, sehingga setiap hari, harus dipadamkan selama 5-6 jam.

"Mesin pembangkit di Amurang juga belum optimal, juga pembangkit listrik di Tondano, belum bisa operasi selama 24 jam, lantaran ketinggian air baru sekitar 185-187 centimeter, sementara untuk operasi penuh 24 jam, ketinggian air harus 285 sentimeter, tapi ini memang perlahan naik karena hujan terus," jelas dia.

Ia juga berharap, agar kerusakannya bisa diketahui cepat, dan bisa segera dilakukan perbaikan."Kami berharap, besok bisa diketahui kerusakannya, dan Senin atau Selasa depan sudah bisa normal kembali," jelas dia. (amg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved