Tragedi Kebakaran Inul Vizta Manado
"Saya Trauma, Terus Mimpi Musibah Itu"
"Saya trauma, saya terus mimpi musibah saat itu. Ini kemurahan Tuhan saya diberi kesempatan hidup dan lolos dari kepulan asap."
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Winny Muaya, korban kasus Inul Vizta, Minggu (25/10), hingga saat ini masih terbaring di tempat tidur menahan sakit, akibat pecahan beling mengenai kaki, tangan dan mukanya yang melepuh, tapi mulai membaik.
Saat ditemui, Selasa, di RSUP Kandouw, Malalayang tepatnya di Irina A, kamar B5 dia pun mengisahkan kejadian yang nyaris membuatnya tewas.
Dengan tangan yang masih diinfus kantong Oksigen, dia mulai menceritakan sejarah hidupnya Minggu dini hari tersebut.
Ketika itu Winny mengaku, dia bersama enam temannya sedang bermalam minggu menghabiskan akhir pekan di Inul Vizta, menyanyi refreshing di room 355 lantai 3.
"Tiba-tiba ruangan ber-AC menjadi panas. Saat pintu dibuka ruangan mulai berasap dan lampu mati. Apalagi tidak dibunyikan alarm atau tak ada tabung pemadam, kalau ada alarm otomatis pengunjung tahu ada emergency." ujarnya.
Sebagai tempat karaoke ternama, menurut korban, pihak management memerhatikan secara lengkap keselamatan pengunjung.
"Setidaknya mereka ada usaha harus keadaan aman, Saya minta tolong pada management bertanggungjawab atas musibah ini," katanya sembari menghirup oksigen.
Selesai menghirup oksigen, Winny kembali bercerita. Anak dari Anike Tumimomor ini mengaku trauma jika mengingat kejadian itu.
"Saya trauma, saya terus mimpi musibah saat itu. Ini kemurahan Tuhan saya diberi kesempatan hidup dan lolos dari kepulan asap, '' ujarnya.
Dia mengaku selamat saat kaca lantai tiga dipecahkan oleh petugas, "Saya batuk-batuk dan muka so ba arang (wajah penuh arang), sampai saat ini saya batuk-batuk dan keluar lendir warna hitam," ujarnya.
"Torang ibaratnya seperti di oven api di bawah lantai dua torang diatas lantai 3, amper jadi ragey kita (saya hampir jadi sate panggang), kita so tako deng trauma kalo dengar nama tempat karoke itu (saya takut dan trauma kalau dengar tempat karaoke itu), '' ujarnya mengakhiri perbincangan. (Tribun Manado/Ferdinand Ranti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ruangan-inul-vizta_20151026_151235.jpg)