Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Relawan Upacara di Hutan Terbakar, Berikrar Padamkan Api Hingga Padam

Kami putra dan putri relawan kebakaran hutan berikrar untuk tetap menjaga kawasan hutan dari kebakaran.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
ISTIMEWA/WESLI TAMASIRO
Relawan dari unsur kelompok pencinta alam (KPA) Kota Bitung, GMKI, Manggala Agni, Pemuda GMIM Pinokalan, Pemuda GMIM Pinangunian dan Pemuda GMIM Langowan menggelar upacara dalam rangka Sumpah Pemuda di hutan Pinangunian Bitung, Rabu (28/10) 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Kami putra dan putri relawan kebakaran hutan berikrar untuk tetap menjaga kawasan hutan dari kebakaran.

Kami putra dan putri relawan kebakaran hutan berupaya memadamkan api meski pemerintah sendiri lalai mengantisipasinya sejak dini.

Kami putra dan putri relawan kebakaran hutan ada atau tidak pemerintah bersama kami, tetap pantang pulang sebelum padam.

Ikrar mirip dengan isi teks Sumpah Pemuda ini dikumandangkan puluhan relawan dari unsur kelompok pencinta alam (KPA) Kota Bitung, GMKI, Manggala Agni, Pemuda GMIM Pinokalan, Pemuda GMIM Pinangunian dan Pemuda GMIM Langowan.

Mereka mengucapkan ikrar tersebut di areal Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus dan Cagar Alam (CA) Duasudara di Kelurahan Pinangunian Aertembaga Kota Bitung, Rabu (28/10). Dua tempat tersebut merupakan areal hutan yang terbakar.

Wesly Tamasiro, koordinator relawan, mengatakan upacara tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87. Saat hampir bersamaan, mereka juga masih berjibaku dengan pemadaman api di CA Tangkoko yang terbakar. "Luas yang terbakar di Pinangunian sekitar 500 hektar," ujar Wesly.

Tak ubahnya pelaksanaan upacara seperti pada umum, namun pada acara dengan komandan upacara Farih dari Manggala Agni ini memilih tempat yang sudah menghitam karena terbakar. "Kami tak menemukan areal yang rata, jadi terpaksa di atas areal yang miring," dia menambahkan.

Upacara tersebut, lanjut Wesly, juga pesan bagi pemerintah untuk memperhatikan hutan yang terbakar.
Upacar yang sama digelar oleh Tagana, Forum Koordinasi Pencinta Alam (FKPA) Bitung, Manggala Agni dan Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bitung.

"Kami menggelar upacara di sisa-sisa hutan yang hangus terbakar di Rumesung dan Tiwo Batuputih," jelas Ronald Olo Mokalu, satu di antara relawan..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved