Mengerikan! Operasi Sesar Asal-asalan, "Saya Bisa Rasa Saat Perut Disayat!"
"Entah kenapa dengan metode anastesinya, yang jelas saya bisa merasakan saat doker mengiris perut saya dengan pisau."
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang menyatakan keberatan atas sikap tak 'berperikemanusiaan' yang dilakukan Rumah Sakit Regional Melton Australia.
Amy, nama wanita tersebut, seperti dilansir Mail Online menyebut staf di rumah sakit mengabaikan tes kehamilan yang menunjukkan denyut jantung bayinya tidak stabil, kemudian langsung menyuruhnya pulang ke rumah setelah memberinya biskuit.
Bahkan ketika dengan susah payah dirinya bisa mengajukan permintaan untuk melakukan operasi sesar, berhubung dengan kondisi janinnya yang lemah, justru pihak rumah sakit melakukan prosedur operasi sesar asal-asalan.
"Entah kenapa dengan metode anastesinya, yang jelas saya bisa merasakan saat doker mengiris perut saya dengan pisau," tuturnya.
Kejadian ini bermula ketika Amy mengatakan bahwa ia telah menjadi khawatir di akhir kehamilan ketiga pada tahun 2014 ketika ia tidak bisa merasakan bayinya bergerak selama 24 jam .

Dia kemudian pergi ke Rumah Sakit Regional Melton, tetapi staf rumah sakit hanya memberinya biskuit sebelum menyuruhnya pulang ke rumah.
"Sikap mereka di rumah sakit itu benar-benar kasar dan tak peduli, "kata Amy .
"Mereka bukan hanya tak peduli dengan keluhan saya, saya bahkan harus menangis memohon kepada mereka, mengapa kalian bersikap kasar?" keluhnya.
Amy mengatakan pihak rumah sakit baru turun tangan setelah dokter yang menangani kehamilan Amy mendesak mereka.
"Dokter yang menangani saya mengambil salinan dari tes denyut jantung janin saya dan kaget mengapa mereka menyuruh saya pulang . Dia menelepon rumah sakit untuk memberitahu mereka saya harus segera dioperasi."
Ketika operasi sesar akhirnya akhirnya dilakukan, Amy mengaku dia bisa merasakan saat dokter menyayat perutnya.
Bukan hanya itu, Amy mengatakan tali pusat melilit leher bayinya saat ia lahir dan akhirnya harus menghabiskan waktu satu hari di dalam inkubator .
Dia bilang dia berterima kasih kepada GP nya yang mengambil kekhawatiran serius, dan anaknya sekarang menjadi sehat satu tahun .
Amy ternyata bukan satu-satunya ibu untuk mengklaim ia memiliki pengalaman buruk di rumah sakit tersebut.
Departemen Kesehatan telah menyelidiki direktur kebidanan dan ginekologi Dr Surinder Parhar , yang bekerja di rumah sakit tersebut selama 30 tahun, dan faktanya ditemukan banyak kasus bayi meninggal saat lahir dan perlakuan tidak wajar paramedis kepada wanita yang melahirkan.
Beberapa keluarga yang bayinya meninggal waktu dilahirkan sedang mempertimbangkan untuk melayangkan tindakan hukum terhadap rumah sakit tersebut. (Mail Online)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/operasi-sesar2222_20151024_140007.jpg)