BPBD Kotamobagu Latih 284 Hansip Tanggap Darurat Bencana
BPBD juga bekerja sama dengan Satuan Pol PP dan Linmas, mengerahkan seluruh hansip yang ada untuk siap dan tanggap jika adanya bencana.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Tak ada hujan, dan tiada bencana yang terjadi, namun tiga tenda besar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Kamis (22/10/2015) siang berdiri di Lapangan Boki Hontinimbang.
Didirikannya tenda tersebut ternyata, adalah simulasi yang digelar BPBD dalam rangka tanggap darurat bencana alam nantinya jika terjadi.
Setelah beberapa waktu lalu melatih empat orang per kecamatan se Kotamobagu. Kini BPBD juga bekerja sama dengan Satuan Pol PP dan Linmas, mengerahkan seluruh hansip yang ada untuk siap dan tanggap jika adanya bencana.
Mereka diberikan pelatihan mendirikan tenda. "Kami melatih mereka dalam hal kesiapsiagaan penanggulangan mengantisipasi adanya bencana. Saat ini yang diberikan selain materi, juga praktek dalam membuat tenda dengan cepat dimana tenda tersebut digunakan untuk para korban bencana," ujar Kepala BPBD, Imran Amon kepada Tribun Manado, saat ditemui di sela-sela pelatihan.
Lanjutnya, dengan adanya hansip penanggulangan bencana akan lebih maksimal lagi. "Karena mereka ini perwakilan dari seluruh desa dan kelurahan," ujarnya.
Pantauan Tribun Manado, meskipun terik matahari menyengat. Para hansip dengan seragam lengkap tak mengeluh. Dengan sigap mereka bahu membahu membangun tenda tersebut.
Dibagi dalam tiga kelompok, membuat mereka saling berlomba siapa yang tercepat membangun. Dengan teliti mereka mulai menghubungkan beberapa besi dengan memasukkan pada lubang yang tersedia. Setelah itu terpal besar bertulisan BPBD kemudian dipasang.
Kelompok yang pertama selesai. Teriakan bahagia terdengar. Tawa canda tampak dari wajah mereka. "Ini sangat baik dilakukan BPBD, dengan ini kami hansip juga bisa mengetahui bagaimana mendirikan tenda," ungkap
Santoso Mamonto (54) dari Moyag Induk.
Tak mau kalah, kelompok lain juga ikut merayakan keberhasilan mendirikan tenda. Dengan gaya-gaya kocak melompat lompat, mereka tertawa dihadapan kamera Tribun Manado.
Kelompok yang terakhir, rupanya sedikit kecewa meskipun berhasil mendirikan tenda, namun membutuhkan waktu yang lama. "Semua besinya masih baru, sangat sulit dimasukkan," ujar para hansip.
Total hansip yang terlibat dalam pelatihan tersebut yakni ada 284 orang, terdiri dari Kecamatan Kotamobagu Selatan 76 orang, Kecamatan Kotamobagu Timur 77, Kotamobagu Utara 52, dan Kotamobagu Barat 79.
"Memang, kami juga memiliki program program pengendalian keamanan lingkungan, termasuk dalam hal ini tanggap darurat bencana. Dengan ini mereka dibekali sebagai sumber daya manusia jika terjadi bencana. Tak berhenti disini, berikut kami akan memberikan pelatihan untuk memadamkan kebakaran tanpa truck atau selang dengan alat seadanya," ujar Kasat Pol PP dan Linmas, Sahaya Mokoginta.
Sebelumnya pada sambutannya dalam membuka kegiatan ini, Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii dengan menggunakan bahasa mongondow mengimbau agar para hansip harus siap siaga.
"Kalian merupakan bogani-bogani di wilayah masing-masing. Jangan loyo, kalian harus siap sebagai relawan dalam menanggapi bencana apalagi di musim kemarau ini. Selain itu kalian mempunyai tugas lainnya yakni menjaga keamanan di wilayah masing-masing," ujarnya.
Ia berharap semangat dalam melaksanakan tugas selalu ada pada para hansip ini. "Ini tugas mulia, kalian sebagai garda terdepan dalam hal perlindungan masyarakat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bpbd-latih-hansip-tanggap-bencana_20151022_192349.jpg)