Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Dodap Kesulitan Air Bersih

Warga Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kesulitan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - -Warga Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kesulitan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Warga Desa Dodap, Nurlan Wua mengatakan dampak musim kemarau sudah mereka rasakan sejak beberapa bulan terakhir karena sulitnya kebutuhan air.

"Warga desa Dodap dan Dodap Mikasi harus mengambil air ke pancuran di kebun-kebun warga karena sudah kesulitan air bersih beberapa bulan ini," katanya, pada Rabu (21/10)

Nurlan mengungkapkan bagi warga yang tak memiliki kendaraan situasi ini sangat dirasakan karena harus berjalan kaki sejauh hampir dua kilometer ditambah beban jeriken berisi air yang harus dipikul.

"Saya sendiri menggunakkan sepeda motor untuk angkut air dari kebun, terpaksa harus bolak-balik. Jadi disiasati dengan mencuci dan mandi ditempat itu. Air yang dibawa untuk memasak. Tapi sumber mata airnya pun sudah mulai berkurang," bebernya.

Beberapa warga yang memiliki mobil harus rela mengambil air ke Tutuyan bahkan Kotabunan yang jaraknya lebih jauh. "Sebab mau beli air yang dijual menggunakkan profil tank harganya mahal antara Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu," jelasnya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan situasi sulit tersebut dengan menyuplai air bersih ke desanya. "Beberapa waktu lalu ada air yang disuplai dinsos tapi sekarang sudah tak ada lagi," ucapnya.

Selama ini warga hanya bergantung pada air bersih yang disuplai dari gunungan menggunakkan pipa. Sayangnya fasilitas tersebut justru sudah rusak. Warga pun tak bisa membuat sumur karena posisi desa yang berada dipegunungan.

"Pipa air bersih rusak, sebenarnya masih bisa jalan tapi pipanya sudah disabotase oleh warga lain untuk menyirami perkebunan mereka. Tanaman sudah banyak kering, jadi airnya tak sampai ke Kampung," ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boltim, Syaiful Umbola mengatakan terdapat lima desa yang membutuhkan suplai air bersih di Boltim seperti Desa Jiko, Jiko Utara, Bai, Dodap dan Dodap Mikasa.

"Paling susah air di Dodap, sementara kami hentikan penyelurannya karena kehabisan anggaran. Semoga secepatnya bisa jalan lagi," bebernya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved