Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hutan Tangkoko Bitung Terus Munculkan Titik Api Baru

"Efek dari penggunaan pesawat khusus pengeboman air, titik yang tidak bisa dijangkau oleh tim pemadam darat bisa dijangkau."

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Api masih menyala di sebagian hutan Tangkoko. Para relawan dan petugas pemadam terus melakukan upaya pemadaman api. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Bencana kebakaran hutan di gunung yang ada di sejumlah daerah Provinsi Sulut membuat penjabat gubernur Sulut Soni Sumarsono mengeluarkan perintah harian penanganan kebakaran.

Satu diantaranya yaitu pemadaman dari udara menggunakan pesawat watreboom.

Gayung bersambut, Hambali Mokoagouw selaku komandan operasi Manggala Agni BKSD bersama relawan yang sedang fokus memadamkan api di tengah hutan Tangkoko yang terbakar langsung mengikuti rapat bersama.

"Jadi setelah dikeluarkannya perintah harian dari gubernur saya langsung mengikuti rapat bersama Satgas pengendalian kebakaran hutan (Daltar) dimana hasilnya untuk upaya pemadaman di hutan Tangkoko kami langsung mengajukan permintaan pemadaman melalui pesawat khusus pengebom air (waterboom) dari udara," tutur Hambali Senin (19/10) kemarin.

Hambali menaruh harapan yang sangat besar terhadap permintaan itu agar bisa dan cepat terealisasi, mengingat di hutan Tangkoko hingga saat ini masih ada lima titik api besar mendekati puncak gunung Duasudara, dan api baru di areal pengunungan Tangkoko yang sangat sulit dijangkau.

"Efek dari penggunaan pesawat khusus pengeboman air, titik yang tidak bisa dijangkau oleh tim pemadam darat bisa dijangkau dan efektifnya kena pada ititik kepala api yang besar," kata dia.

Lanjutnya, upaya ini jika terwujud merupakan yang pertama kalinya dilakukan, sehingga pihaknya harus menyiapkan titik-titik koordinat yang ada api.

"Akan dicoba menggunakan cara ini," tambahnya.

Pihaknya memberi apresiasi atas langkah gubernur yang berupaya melakukan pemadaman menggnakan pesawat khusus, agar supaya mendukung upaya pemadaman dari darat.

"Jangan sampai sudah dilakukan pemadaman dari darat ternyata masih ada sisa api sehingga kalau pakai udara bisa menjangkau keseluruhan titik api. Saat ini tinggal menunggu kesiapan dan pemetaan keberadaan titik," tukasnya.

Terpisah Wesly Tamsiro Koordinator lapangan relawan dari forum komunikasi pencinta alam (FKPA) Bitung yang sudah berbulan-bulan berjibaku dengan kepulan asap dan rasa capek menjangkau titik api, sangat senang dengan kebijakan yang diambil gubernur Sulut.

"Ini harus segera ditindak lanjuti oleh pemerintah setempat, kalau kebakaran gunung Klabat ya pemkab Minut dan hutan Tangkoko pemko Bitung jangan mensia-siakan langkah yang sangat baik untuk padamkan api," tutur Wesly. (Tribun Manado/Christian Wayongkere)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved