Boltim Terancam Rawan Pangan
Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) segera melakukan upaya antisipasi terjadinya rawan pangan karena disebabkan kemarau.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) segera melakukan upaya antisipasi terjadinya rawan pangan karena disebabkan kemarau yang berkepanjangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Muhammad Assagaf mengungkapkan Boltim mulai memasukki fase rawan pangan. "Kita mulai masuk rawan pangan karena musim kemarau yang berkepanjangan," kata Assagaf, pada Minggu (18/10).
Assagaf pun mengaku sudah memerintahkan instansi terkait untuk melakukan upaya antisipasi dan penanggulangan terhadap situasi ini termasuk menyalurkan cadangan beras pemerintah. Apalagi sudah diperintahkan pemerintah propinsi untuk segera menyalurkan bantuan tersebut.
"Sudah diperintahkan untuk menyalurkan itu, apalagi sudah masuk musim paceklik. Sebab kekeringan ini sudah musibah. Kalau tak disalurkan, jatah tahun ini akan hangus," ungkapnya
Katanya, bantuan tersebut harus dilakukan atas persetujuan menteri. Namun sitausi seperti saat ini menjadi pengecualian. "Kalau ada bencana, tanpa persetujuan menteri, kita salurkan. Beras ini dibagikan gratis kepada warga yang terkena dampak kekeringan dan gagal panen," tuturnya.
Dia mengatakan sejumlah lokasi terjadi penurunan produksi padi karena tak maksimalnya lahan garapan karena musim kemarau.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Boltim, Haryono Sugeha saat dikonfirmasi terkait kondisi pangan di Boltim tak bisa dikonfirmasi melalui telepon selulernya.