Pilkada Manado
Imba-Boby Menghadap MenkumHAM
Panwaslu Manado belum mau membeberkan secara resmi hasil pleno yang telah mereka lakukan belum lama ini.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Status Jimmy Rimba Rogi, Calon Wali Kota Manado dari Partai Golkar dan PAN hingga kini masih menggantung.
Kondisi ini tentu tak menguntungkan Pasangan Imba-Boby yang lagi bertarung di Pilkada Kota Manado, Sabtu (17/10).
Persoalannya Panwaslu Manado belum mau membeberkan secara resmi hasil pleno yang telah mereka lakukan belum lama ini.
Alasannya mereka masih akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) terkait adanya perbedaan surat yang dikirim dari unit kerja di kementerian tersebut.
Komisioner Panwaslu Manado Stanly Kho Walandouw mengatakan, masalah yang menjadi perhatian publik sudah diplenokan dan rekomendasinya sudah ada.
''Tapi, karena ada banyak pertimbangan, termasuk saran Bawaslu RI, kami pun menunda mengumumkan dan penyampaian rekomendasi itu sampai ada penjelasan lengkap terkait perbedaan dua surat yang dikeluarkan oleh KemenkumHAM," tegasnya.
Dia pun membantah munculnya selentingan yang menyimpulkan Panwaslu Manado telah kemasukan angin atau diintervensi oleh pihak berkepentingan.
"Untuk menjamin kepastian hukum supaya tidak menimbulkan masalah baru, kami belum membeberkannya karena Bawaslu RI akan meminta penjelasan langsung dari Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly. Sebab ada perbedaan penjelasan antara surat Lapas dan Ditjen Pemasyarakatan," katanya.
Hanya waktu untuk meminta penjelasan dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly tak bisa Panwalu Manado yang menentukan sendiri.
''Ini karena yang memfasilitasi adalah Bawaslu RI, maka kami hingga saat ini sifatnya menunggu panggilan. Rencananya selain Panwaslu Manado dan Bawaslu Sulut, kemungkinan juga diundang pasangan calon (Imba-Boby) yang terkait dengan masalah ini, sehingga penjelasan langsung mereka peroleh," tuturnya.
Walandouw ikut mengimbau masyarakat agar bersabar dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Panwaslu Manado.
"Kami minta masyarakat dapat bersabar serta selektif mencerna isu-isu yang dapat mengarah ke provokasi. Supaya kota tercinta tetap aman dan stabil," pesannya.
Terpisah Komisioner Bawaslu Sulut, Jhony Suak mengatakan, kasus Imba tak seperti yang diberitakan selama ini.
''Ada beberapa data yang terekspos sebenarnya tidak sama dengan yang ada di Bawaslu. Tapi saya tak mau bicara. Mari kita percayakan kepada Panwaslu Manado untuk menyelesaikan, '' ujarnya.
Dia hanya berharap media juga memberikan berita-berita lainnya terkait tahapan Pilkada.''Misalnya Alat Peraga Kampanye (APK) yang belum merata terpasang di beberapa daerah, '' ujarnya.
Suak mengaku sudah memperoleh informasi terkait adanya APK pasangan calon yang belum terpasang di Bolmong.
''Memang media selalu mengekspos berita-berita yang dianggap seksi semisal terkait status Imba. Padahal banyak persoalan lainnya yang membutuhkan dukungan media, sehingga jalannya Pilkada lebih baik lagi, '' ujarnya. (Tribun Manado/Susanto Amisan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/imba-dan-bobby-daud_20150928_195430.jpg)