Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelsus Harus Totalitas Pelayanan, Keluarga dan Pekerjaan

Puluhan pelayan khusus (Pelsus) di Kolom 1 sampai 22, ketua komisi BIPRA GMIM Yobel Bitung mengikuti retreat Pelsus.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Sebagai calon gubernur Irjen Pol Benny Mamoto menyempatkan diri bertemu puluhan pelayan khusus, bukan untuk kampanye melainkan curhat mengenai seni dan budaya Minahasa 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Puluhan pelayan khusus (Pelsus) di Kolom 1 sampai 22, ketua-ketua Komisi Bapak, ibu, pemuda, remaja dan anak (Bipra) GMIM jemaat Yobel wilayah Bitung III mengikuti Retreat Pelsus di Wale Watupinawetengan Tompaso, Rabu (14/10).

Dalam nuansa kekeluargaan para Pelsus mengikuti Retret sekaligus melepas sejenak rutinitas pelayanan ditengah-tengah jemaat sambil menikmati berbagai sarana edukasi yang ada di areal Yayasan Institusi Seni Budaya Sulawesi Utara milik Benny Mamoto. "Disana selain melakukan Retret kami menggunjungi Wale Narkoba, melihat pretasi penghargaan dunia Guiness rocoard Musik bambu dan trompet raksasa serta pembudidayaan kentang, buah dan kain batik pinawetengan," ujar penatua Ny Siske Takaendengan Mongkareng SE.

Adapu inti dari pelaksanaan Retret puluhan Pelsus menerima dua materi masing-masing dari ketua Badan pekerja majelis jemaat (BPMJ) GMIM Yobel Pdt Franky P Kalalo MTh tentang totalitas pemberian diri, dari Pdt pelayanan Andre RM Izaak MTh serta games dari Pdt Ny M Izaak Hoke MTh dan Pdt Ny Mahwati Tonapa Senda STh.

"Apa dan bagaimana totalitas dan pemberian diri dapat mengacu pada pembacaan Alkitar 1 Raja-Raja 19:19-21 dan Filipi 1:27. Dimana yang dimaksud dengan totalitas dalam pelayanan harus tampilkan diri sebagai pelayan hamba Tuhan yang betul-betul paripurna," tutur Kalalo.

Menurut Pdt yang menjabat ketua forom komunikasi umat beragama (FKUB) Kota Bitung dalam pelayanan efektif di rumah juga harus sama begitu dengan tanggung jawab lainnya serta dalam pekerjaan. Tidak bisa utamanakan yang satu lalu sepelehkan yang lain, sampai korban anak dan keluar di rumah diabaikan. "Jangan totalitas dalam pelayan sementra keluarga di rumah menangis begitu juga kalau kita mengutamakan tugas pekerjaan rumah tangga dan sebagainya, totalitas dalam pekerjaan dan rumah tangga harus sesuai dengan kata hati karena totalitas pemberian diri yang menyenangkan tuhan seperti Elisa yang mengkuti Elia. Tugas dan panggilan intinya pergi menjadi garam dan terang dunia," tukasnya.

Pdt Ny M Izaak Hoke MTh sendiri mengibaratkan hidup sebagai pelayan khusus terbatas, kalau tempatkan kepentingan banyak didalam dunia yang jadi tanggung jaswab kepada Tuhan tidak muat kalau sebaliknya semua akan mengikuti. "Ini ibarat seperti kita menaruh bola berukuran besar saat akan memasukkan bola berukuran besar lainnya tidak bisa sehingga harus memasukkan bola ukuran kecil hingga kelereng dalam satu nampan sampai memasukkan pasir yang bisa masuk memenuhi nampan," terangnya.

Makna lainnya ditengah kesibukan tekanan beban masih punya kebutuhan satu hal membangun relasi dengan lainnya. "Yang menjadi tanggung jawab kepada Tuhan itu yang terberkati," tukasnya. Pada sesi materi kedua oleh Pdt Andre RM Izaak MTh dengan tema melayani dengan hati bisa lakukan sesautu dengan total karena melayani dengan hati disertai dengan pembacaan Alkitab dalam Yosua 1:6-9 dan Yehezkiel 11:19-2. Para pelsus oleh pembicara diberikan kesempatan untuk saling shering pelayanan dan tanya jawab seputaran pelayanan ditengah jemaat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved