Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bayi Ditinggalkan di RS

Bayi 'Si Cantik' Kian Lucu, Identitas Ibunya Belum Terungkap

"Sampai bayi itu belum diambil oleh keluarga, kami terus menjaga kondisi supaya tetap sehat."

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO GRAFIS/YUDIAWAN NUGRAHA

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mereka menanyakan bayi yang biasa dipanggil si Cantik oleh para dokter dan perawat di rumah sakit.

Kurang lebih satu minggu sejak 30 September, si Cantik ini dirawat oleh bidan di RS.

Pantauan Tribun Manado, bayi yang sudah dimandikan serta dipakaikan baju ganti itu nampak sehat dan kian lucu.

Kaki dan tangannya bergerak-gerak seakan ingin minta dipeluk.

Bidan yang bertugas mengaku merasa terhibur seakan mendapatkan permainan baru.

Suasana nampak berwarna dengan kehadiran si Cantik.

Kepala Ruangan Kebidanan, Bidan Stella Pasiowan Amd.Keb mengatakan, sejak diberitakan, banyak yang datang menanyakan keberadaan bayi itu.

"Tadi saja (kemarin) sudah beberapa yang menanyakan, saya bilang bayinya sedang tidur. Memang saya tidak memperbolehkan untuk dilihat mengingat baru seminggu bayi ini lahir, nantinya kasihan bagi kesehatannya kelak," kata Pasiowan.

Sang Bidan mengaku ibu bayi, berinisial Y tidak izin pamit keluar RS.

"Tidak ada izin keluar dan pamit, karena dalam medis, ibu yang baru melahirkan tidak diperkenankan keluar ruangan dan memang tidak boleh. Juga dia keluar tidak pamitan. Dia keluar diam-diam," ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Ratumbuysang, Dokter Juni Tampemawa Mkes Mars ketika ditemui Tribun Manado di dalam ruangan kerjanya, mengatakan pihaknya masih menunggu ibu atau keluarga dari bayi.

"Sampai bayi itu belum diambil oleh keluarga, kami terus menjaga kondisi supaya tetap sehat," katanya.

Pihaknya telah melaporkan kepada pihak berwajib (kepolisian).

"Sampai saat ini kami saling berkoordinasi dengan polisi, nantinya bilamana ada perkembangan dari ibu bayi tersebut," tambahnya.

Dengan adanya pemberitaan maupun tersebarnya di media sosial, siapa tahu cepat diketahui ibu bayi dan keluarga.

Tampemawa mengatakan, kalaupun langkah ke depan jika bayi tersebut tak kunjung diambil oleh keluarga, kalau ada yang mengadopsi anak itu ada ketentuan yang harus dilengkapi.

Bukan sembarangan, harus diketahui siapa yang berhak mengadopsi anak itu.

"Memang sudah cukup banyak peminat yang ingin mengadopsi anak tersebut. Dengan saya suka mengadopsi anak tersebut. Kalau dilihat bayi sehat, gisi dan perkembangannya sangat bagus. Berat bayi ini awalnya 3,3 kilogram, sekarang 3.7 kilogram," katanya.

Pihaknya mengutamakan pelayanan kesehatan bayi tersebut. Ia mengaku Y tidak menunjukan kartu identitas sewaktu masuk RS. "Bisa saja dia memberikan identitas palsu," ujar Dokter.

Dikatakan Tampemawa, pada saat ibu dari bayi ini datang, pihaknya mengambil data dan menanyakan kelahiran anak ke berapa.

Y mengaku anak pertamanya juga pernah menjalani persalinan di RS Ratumbuysang, begitu juga anak ketiganya dilahirkan di RS itu juga.

"Abis wawancara cek up lewat kehamilannya sudah 42 minggu yang normal seharusnya 40 minggu.Bahkan yang tangani ibu tersebut dokter spesialis. Dia (ibu dari bayi) datang dalam pembukaan kedua (istilah medik siap melahirkan). Kami bikin persetujuan tanda tangan apapun yang terjadi dia yang bertanggung jawab," katanya.

Tampemawa memersilahkan kalau saja ibu kandungnya yang mau ambil si bayi.

"Memang dia datang sebagai pasien swasta dan akan dikenakan biaya persalinan. Ini ditangani alasan kemanusiaan, di sini orientasi bukan mencari keuntungan kami mengutamakan pelayanan. Memang di sini tidak ada layanan BPJS," katanya.

Kapolsek Malalayang, Kompol Joutje Fernatubun mengatakan, untuk sementara pihaknya belum punya bukti, tetapi kejadian ini sudah dilaporkan pihak RS.

"Kita akan telusuri dan selidiki siapa orangtua dari bayi tersebut," katanya.

Ini proses penelantaran anak yang dilaporkan. Dari pihak kepolisian meminta anak ini jadi anak negara makanya diberikan kewenangan mengasuh bayi ini adalah petugas RS untuk sementara ini.

"Untuk proses selanjutnya kami masih mengembangkan ciri-ciri ibu dari bayi tersebut karena waktu itu dia tidak membawa KTP, bisa saja pakai nama dan alamat samaran. Kami mempelajari dan mengembangkan lebih lanjut," katanya.

Joutje menambahkan, jika ada warga yang mengetahui siapa ibu dari bayi tersebut segera melaporkan kepada pihaknya.

"Tetangga atau siapapun yang memiliki kenalan pada waktu hamil dan tiba-tiba tidak jelas ke mana anak di dalam kandungan itu, segera laporkan kepada kami," ujarnya.

Sebelumnya, Tampemawa menjelaskan, bayi perempuan berkulit putih dan memiliki rambut lebat itu ditinggalkan ibunya beberapa jam setelah dilahirkan.

Berdasar data medis, wanita yang melahirkan itu mengaku berinisial Y, usia 33 tahun dan tercatat sebagai warga Doloduo, Kabupaten Bolaang Mongondow. Wanita ini tidak bisa menunjukkan identitas diri seperti KTP.

Saat itu pada Selasa (29/9) pukul 22.00 Wita, ada seorang wanita hamil datang ke RS Ratumbusyang.

Wanita yang mengaku bernama Y itu hamil dalam keadaan lewat waktu melahirkan. Dan menurutnya, ini adalah kehamilan untuk anak ketiga.

Karena pertimbangan kemanusiaan dan tidak mau mengambil risiko, atas persetujuan tertulis pasien, maka rumah sakit pun bersedia melayani.

Y akhirnya melahirkan pada Rabu (30/9), pukul 06.10 Wita dalam keadaan normal.

Bayi itu lahir dengan berat 3,3 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

Dua jam kemudian, ibu dan bayi dipindahkan ke ruangan khusus.

"Sekitar pukul 14.00 Wita, ibu itu mulai gelisah. Katanya lagi menunggu ojek, mau beli ini itu untuk perlengkapan bayi. Pokoknya bermacam-macam alasan yang dibilang," ungkapnya.

Pukul 17.00 Wita, saat petugas ke toilet, tiba-tiba Y menyelinap lalu pergi.

"Petugas berusaha mengejar, tapi ibu tersebut pergi entah ke mana," ujarnya. (Tribun Manado/Ferdinand Ranti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved