Seluruh Pegawai tak Kuasa Menahan Air Mata Melepas Sarundajang
Hari begitu cerah Rabu (30/9) pagi sekitar pukul 07.00 Wita, namun serasa ada mendung yang menggantung di Kantor Gubernur Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hari begitu cerah Rabu (30/9) pagi sekitar pukul 07.00 Wita, namun serasa ada mendung yang menggantung di Kantor Gubernur Sulut.
Seisi kantor tenggelam dalam duka saat digelarnya upacara pelepasan purna tugas mantan Gubernur Sulut SH Sarundajang dan Wakilnya Djouhari Kansil.
Hari sudah merebak tatkala Penjabat Gubernur Sonny Sumarsono yang harusnya memimpin apel, menyerahkannya pada SHS.
Saat SHS membacakan sambutan, mata sejumlah PNS sembab, ada yang berkaca-kaca. "Saya berterima kasih pada saudara sekalian, anggaplah keberhasilan adalah milik kita semua, sementara kegagalan biar saya tanggung sendiri," kata dia.
Usai upacara, Sumarsono mendadak "minggat" untuk membiarkan SHS sendirian bersama ribuan PNS. Saat itulah hujan tangis pecah.
Para pejabat serta PNS tak sanggup membendung air mata mereka saat SHS mendatangi mereka untuk berjabat tangan. "Terima kasih pak," kata mereka.
Suasana bertambah haru saat beberapa PNS melepas balon ketika SHS lewat, sebagai simbol pelepasan.
Balon-balon berwarna-warni itu melaju pelan, seperti enggan ke angkasa. Mirip dengan perginya SHS yang terasa begitu berat bagi para pegawai ini. Usai menyalami para PNS, SHS mendatangi awak pers. Ia bericipika-cipiki dengan semua Wartawan. Bulir-bulir air mata tampak di mata Sarundajang.
Ia tak keberatan saat sejumlah PNS meminta selfie. Setelah itu, Sarundajang dan Kansil ditemani istri masing-masing menaiki bendi. Sekeliling area depan yang akan dilewati bendi sudah jadi lautan manusia.
Ketika bendi itu lewat, mereka berebutan berjabat tangan dengan SHS. Banyak pula yang mengabadikan momen itu. "Selamat jalan pak," kata sejumlah PNS. "Terima kasih," kata SHS dengan terbata-bata.